TLDR
Indonesia menjalin kerja sama dengan universitas asing untuk mengembangkan industri semikonduktor. Pemerintah berusaha meningkatkan jumlah startup AI di Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan talenta lokal dalam bidang desain dan perakitan chip. Pemerintah Indonesia kini fokus mengembangkan industri semikonduktor, khususnya dalam hal perancangan chip, melalui kerja sama dengan dua universitas ternama asal Amerika Serikat, yaitu Purdue University dan West Arizona State University. Melalui kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat memiliki talenta dalam negeri yang mampu mendesain hingga merakit chip secara mandiri.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa ekosistem semikonduktor yang diinginkan bukan hanya manufaktur atau perakitan chip, melainkan juga mencakup kemampuan desain chip yang merupakan tahap awal dan sangat penting dalam pengembangan industri ini.Selain pengembangan semikonduktor, pemerintah juga ingin mempercepat pertumbuhan startup yang bergerak di bidang kecerdasan buatan atau AI. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 40 startup AI, namun jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan Singapura yang memiliki startup AI sekitar 10 kali lipat lebih banyak.Peningkatan jumlah startup AI dianggap krusial karena teknologi ini menjadi kunci untuk masa depan industri digital dan inovasi teknologi di Indonesia. Pemerintah mendorong agar inovasi dalam bidang AI tidak hanya berkembang di kota besar tetapi juga merata di seluruh negeri.Dengan kerja sama internasional dan upaya menumbuhkan startup lokal, diharapkan ekosistem teknologi dan industri digital di Indonesia akan semakin solid dan mampu bersaing di pasar global, terutama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.