Komdigi dan Unibraw Latih 50 Talenta AI Demi Inovasi dan Startup Baru
Teknologi
Kecerdasan Buatan
21 Agt 2025
60 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Program AI Talent Factory bertujuan untuk melatih keahlian di bidang AI dan mendorong inovasi.
Kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan Universitas Brawijaya menunjukkan komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia digital.
Lulusan program diharapkan dapat menciptakan peluang kerja baru melalui startup.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Universitas Brawijaya meluncurkan program AI Talent Factory. Program ini dibuat untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli di bidang kecerdasan buatan yang terus meningkat di Indonesia.
Berbeda dari pelatihan biasa, program ini fokus melatih peserta pada level praktisi dan spesialis AI. Pelatihan berlangsung selama satu semester dengan jumlah peserta terbatas, yakni 50 orang, yang dibimbing langsung oleh para ahli di bidangnya.
Selain pelatihan formal, peserta juga didorong untuk belajar mandiri, mengeksplorasi teknologi, dan berdiskusi secara intens dengan mentor. Proses tersebut bertujuan membangun inovasi dan menghasilkan prototipe dalam bidang AI.
Setelah lulus, peserta tidak hanya mendapat sertifikasi yang bisa menjadi bekal kerja, tetapi juga diharapkan mampu membangun perusahaan rintisan atau startup sehingga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Program ini akan dikembangkan ke kampus lain di luar Jawa untuk menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, dengan harapan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi AI di tanah air.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pelatihan berskala dan menyeluruh seperti AI Talent Factory sangat diperlukan untuk mengembangkan ekosistem AI yang kuat di suatu negara dan meningkatkan daya saing global.Fei-Fei Li
Pendekatan yang mengedepankan pembinaan inovasi dan prototip sangat tepat untuk mempersiapkan talenta AI yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.

