Mengejar 9 Juta Talenta Digital: Strategi Indonesia Menguasai AI Mandiri
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Agt 2025
90 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kebutuhan talenta digital di Indonesia sangat tinggi dan belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh sumber daya lokal.
Program pengembangan seperti Laskar AI bertujuan untuk meningkatkan keterampilan di bidang AI dan menciptakan solusi yang berguna.
Kedaulatan dalam penggunaan AI penting untuk memastikan data dan solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Indonesia diperkirakan akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030 untuk mengimbangi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri digital. Namun, saat ini pasokan tenaga ahli dari dalam negeri belum mencukupi kebutuhan tersebut sehingga menjadi tantangan besar bagi negara.
Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) berupaya meningkatkan kualitas dan jumlah talenta digital, terutama di kampus dan pusat riset. Program ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya jadi konsumen teknologi tetapi juga produsen solusi teknologi terbaru.
Salah satu contoh inisiatif yang berjalan adalah program Laskar AI yang digelar oleh Lintasarta. Program ini memfokuskan pelatihan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan telah meluluskan ratusan peserta dengan menghasilkan banyak proyek teknologi yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Para pemimpin program seperti Bonifasius Wahyu Pudjianto dan Bayu Hanantasena menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mandiri di bidang AI, termasuk menjaga kedaulatan data yang digunakan agar tidak tergantung pada teknologi dan data dari luar negeri.
Dengan terus meningkatnya talenta digital dan ekosistem inovasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan AI yang kompetitif dan mandiri di masa depan, mengurangi ketergantungan pada sumber daya asing.
Analisis Ahli
Bonifasius Wahyu Pudjianto
Penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan talenta dan riset agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama di bidang AI.Bayu Hanantasena
Program pelatihan harus memperkuat keterampilan dan jaringan sehingga peserta dapat terus berinovasi dan menciptakan solusi bermanfaat.


