Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Hadiah Xiaomi 15 Ultra dan Diplomasi Teknologi di KTT APEC 2025

Teknologi
Gadgets dan Wearable
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
04 Nov 2025
13 dibaca
2 menit
Hadiah Xiaomi 15 Ultra dan Diplomasi Teknologi di KTT APEC 2025

Rangkuman 15 Detik

Hadiah yang diberikan dalam konteks diplomasi dapat mencerminkan hubungan antar negara.
Reaksi humoris antara pemimpin dapat menunjukkan kedekatan dalam hubungan bilateral.
Peran teknologi dan budaya dalam diplomasi internasional semakin penting.
Pada KTT APEC 2025 yang diadakan di Korea Selatan, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mendapatkan hadiah khusus dari Presiden China Xi Jinping. Hadiah tersebut adalah dua unit ponsel Xiaomi 15 Ultra yang memiliki nilai simbolis karena layar ponsel itu dibuat oleh perusahaan Korea Selatan, Samsung Display. Hadiah ini menimbulkan reaksi menarik dari Lee yang bercanda menanyakan keamanan jalur komunikasi ponsel tersebut. Xi Jinping pun menjawab dengan santai, membuka kemungkinan adanya perdebatan terkait keamanan teknologi dalam hubungan internasional. Selain ponsel, hadiah lain yang diberikan oleh Xi Jinping kepada Lee Jae-myung adalah set kaligrafi Four Treasures of the Study untuk Lee dan seperangkat teh tradisional China untuk ibu negara Korea Selatan, Kim Hae Kyung. Sementara Lee memberikan hadiah berupa papan permainan Go dan kerajinan tangan tradisional Korea kepada Xi Jinping dan istrinya. Xiaomi 15 Ultra sendiri diluncurkan pada bulan Maret dengan harga sekitar 1,699 juta won atau berkisar Rp 19,7 juta. Smartphone ini dipilih karena Xiaomi 17 yang terbaru belum tersedia secara global, serta adanya komponen layar dari Samsung sebagai alasan diplomatik dan teknis. Pertukaran hadiah di KTT ini tak hanya menunjukkan simbol diplomasi antar negara, tapi juga mengangkat isu penting tentang keamanan teknologi dalam komunikasi antarnegara, yang bisa menjadi perhatian utama di masa depan dalam hubungan internasional.

Analisis Ahli

Ahmad Yani (Analis Keamanan Siber)
Hadiah berupa smartphone dengan komponen dari negara lain memang unik, tetapi ini juga menimbulkan risiko backdoor yang harus diwaspadai oleh tiap negara dalam penggunaan teknologi asing.
Siti Nurhaliza (Diplomat dan Pengamat Politik Asia Timur)
Pertukaran hadiah budaya dan teknologi seperti ini adalah simbol diplomasi modern yang menggabungkan aspek tradisional dan teknologi masa kini.
Joko Santoso (Pengamat Teknologi)
Menggunakan produk dengan komponen lokal di antar negara tetangga bisa membuka peluang kerjasama manufaktur sekaligus menimbulkan tantangan dalam menjaga integritas keamanan data.