Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CEO Nvidia, Bos Samsung, dan Hyundai Berkumpul di Restoran Ayam Goreng Terkenal

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
31 Okt 2025
151 dibaca
2 menit
CEO Nvidia, Bos Samsung, dan Hyundai Berkumpul di Restoran Ayam Goreng Terkenal

Rangkuman 15 Detik

Pertemuan antara pemimpin industri teknologi dan otomotif menunjukkan kolaborasi yang kuat di antara mereka.
Makanan dan pengalaman berbagi dapat menciptakan momen kebahagiaan yang sederhana.
Nvidia telah mencapai posisi teratas di pasar global berkat inovasi dan kepemimpinan yang kuat.
Pada tanggal 30 Oktober 2025, CEO Nvidia Jensen Huang bertemu dengan Chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee dan Chairman Eksekutif Hyundai Motor Group Euisun Chung di sebuah restoran ayam goreng bernama Kkanbu Chicken di Seoul, Korea Selatan. Restoran ini terkenal setelah muncul di serial Netflix, Squid Game. Pertemuan itu berlangsung pada pukul 7 malam dan menarik perhatian warga sekitar serta media karena ketiga tokoh besar tersebut melakukan aksi 'love shot', yaitu bersulang dengan saling mengaitkan tangan mereka. Acara tersebut bahkan disiarkan langsung oleh televisi Korea. Jensen Huang memutuskan untuk mentraktir semua pengunjung restoran, membayar semua meja yang ada sebagai bentuk kebaikan dan kebahagiaan bersama. Tindakan ini membuat pengunjung merasa beruntung dan suasana semakin hangat. Jay Y. Lee mengatakan bahwa setelah solusi untuk masalah tarif AS ditemukan, ia menyadari bahwa kebahagiaan bisa ditemukan melalui momen sederhana seperti berbagi makanan dan minuman dengan orang baik. Pernyataan ini menunjukkan sisi humanis di balik dunia bisnis besar. Saat ini, Nvidia dipimpin oleh Jensen Huang dan menjadi perusahaan dengan valuasi pasar hampir mencapai US$ 5 miliar. Kekayaan Huang sendiri mencapai sekitar US$ 176 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia.

Analisis Ahli

Dr. Andika Saputra, Ekonom Teknologi
Pertemuan ini menunjukkan kecenderungan kolaboratif yang penting untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Integrasi perusahaan raksasa tersebut bisa mempercepat adopsi teknologi baru dan meningkatkan daya saing Asia secara keseluruhan.