Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Xi Jinping Dorong China Jadi Pemimpin AI dan Teknologi Hijau di KTT APEC

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
03 Nov 2025
90 dibaca
2 menit
Xi Jinping Dorong China Jadi Pemimpin AI dan Teknologi Hijau di KTT APEC

Rangkuman 15 Detik

Xi Jinping memanfaatkan ketidakhadiran Donald Trump untuk mempromosikan China dalam kerja sama multilateral.
Usulan pembentukan organisasi global untuk mengatur kecerdasan buatan menunjukkan ambisi China dalam sektor teknologi.
KTT APEC menjadi platform penting bagi China untuk menekankan dominasi dalam teknologi hijau.
Dalam KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Presiden China Xi Jinping mengambil kesempatan saat Presiden AS Donald Trump tidak hadir untuk menonjolkan peran China sebagai pemimpin alternatif dalam kerja sama perdagangan dan teknologi. Xi mengusulkan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization untuk mengatur kecerdasan buatan secara global. Xi menegaskan pentingnya kecerdasan buatan untuk perkembangan masa depan dan mengajak negara-negara lain untuk meningkatkan kerja sama agar AI dapat menjadi kebaikan publik yang bermanfaat bagi seluruh komunitas internasional. Organisasi baru ini diperkirakan akan berbasis di Shanghai, pusat komersial China. Selain fokus pada AI, Xi juga menyoroti dominasi China dalam bidang teknologi hijau seperti baterai dan panel surya. Ia mendorong APEC agar mendukung peredaran bebas teknologi hijau demi keberlanjutan dan pembangunan ekonomi regional yang lebih ramah lingkungan. Xi memperkenalkan model AI murah yang dikembangkan oleh perusahaan China, DeepSeek, sebagai bagian dari strategi kedaulatan algoritmik negara tersebut. Ia juga menyampaikan perjanjian satu tahun terkait kontrol perdagangan dan teknologi yang sebagian dicabut sebagai hasil pertemuan dengan Trump sebelumnya. China akan menjadi tuan rumah KTT APEC tahun 2026 di Shenzhen, menegaskan posisi strategisnya dalam industri manufaktur dan teknologi. Forum APEC ini melibatkan 21 negara yang mewakili separuh perdagangan global, menjadikan peran China sangat penting dalam dinamika ekonomi dunia.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Inisiatif China untuk memperkuat regulasi AI di tingkat global sekaligus mendukung kerja sama internasional dapat mempercepat standar dan adopsi AI secara etis, namun geopolitik tetap jadi tantangan utama.
Fei-Fei Li
Pendekatan China terhadap AI yang melibatkan kedaulatan algoritmik dan dukungan pada model murah seperti DeepSeek akan mengubah lanskap kompetisi AI dengan membuka akses yang lebih luas tetapi perlu diawasi untuk privasi dan keamanan.