TLDR
Kekhawatiran atas akses tidak sah ke data plat nomor kendaraan dapat membawa risiko privasi. Penerapan multi-factor authentication (MFA) sangat penting untuk melindungi informasi sensitif. Penyelidikan oleh FTC dapat memicu perubahan kebijakan di Flock Safety terkait keamanan siber. Flock Safety adalah perusahaan yang mengoperasikan jaringan besar kamera pemindai plat nomor di Amerika Serikat. Perusahaan ini bekerjasama dengan lebih dari 5.000 departemen kepolisian dan bisnis swasta. Namun, perusahaan tersebut tidak mewajibkan penggunaan autentikasi multi-faktor (MFA) bagi para penggunanya, yang dapat meningkatkan risiko keamanan data.Dua anggota parlemen AS, Senator Ron Wyden dan anggota DPR Raja Krishnamoorthi, telah meminta Komisi Perdagangan Federal (FTC) untuk menyelidiki Flock. Mereka menilai Flock telah mengabaikan pentingnya langkah pengamanan dengan membiarkan sebagian pelanggan tidak mengaktifkan MFA.Peneliti keamanan dan perusahaan seperti Hudson Rock menemukan bukti bahwa data login milik pelanggan Flock, termasuk pegawai penegak hukum, pernah bocor dan dijual di forum dunia maya yang dijalankan oleh kelompok kriminal. Ini menunjukkan betapa rentannya sistem tersebut tanpa proteksi yang memadai.Flock mengakui sejak November 2024 mulai mengaktifkan MFA secara default untuk pelanggan baru, dan mengklaim 97% pelanggan sudah mengaktifkan MFA. Namun, sekitar 3% pelanggan masih belum mengaktifkan fitur penting ini, dengan alasan yang tidak dijelaskan secara rinci oleh perusahaan.Kasus penggunaan akun polisi lokal tanpa izin oleh Badan Penegakan Narkotika Amerika (DEA) untuk mengakses data Flock menegaskan betapa bahayanya jika keamanan akun tidak dijaga dengan ketat. Ini mendorong instansi terkait agar segera meningkatkan proteksi keamanan mereka.