Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Data Tersembunyi dan Serangan Siber: Ancaman Baru di Dunia Digital Kita

Teknologi
Keamanan Siber
Wired Wired
16 Agt 2025
211 dibaca
2 menit
Data Tersembunyi dan Serangan Siber: Ancaman Baru di Dunia Digital Kita

Rangkuman 15 Detik

Data broker sering kali menyembunyikan opsi untuk menghapus data pribadi, menyulitkan konsumen.
Pengawasan dan kontrol internet di Rusia semakin ketat dengan pembatasan pada aplikasi komunikasi.
Kebocoran data dan kesalahan komunikasi dapat memiliki konsekuensi serius bagi lembaga penegak hukum.
Baru-baru ini sebuah investigasi mengungkap bahwa banyak data broker sengaja menyembunyikan alat penghapusan data pribadi agar tidak mudah ditemukan melalui Google Search. Hal ini menyulitkan orang untuk melindungi privasi mereka dengan menghapus informasi yang tidak diinginkan dari internet. Sementara itu, ada laporan bahwa Rusia kemungkinan terlibat dalam serangan siber besar terhadap sistem pengadilan Amerika Serikat, yang menimbulkan kekhawatiran besar tentang keamanan data penting dan kemampuan pemerintah untuk menanggapi insiden semacam itu. Di Rusia sendiri, pemerintah mulai memblokir fitur panggilan terenkripsi di aplikasi populer seperti WhatsApp dan Telegram, mengklaim bahwa enkripsi tersebut melanggar undang-undang berbagi informasi dengan lembaga keamanan. Hal ini berdampak pada lebih dari 100 juta pengguna di negara tersebut. Di Amerika Serikat, seorang anggota US ICE secara tidak sengaja menambahkan warga sipil ke dalam grup chat rahasia yang membahas operasi lapangan dan kasus kriminal, menimbulkan risiko bocornya informasi sensitif. Insiden ini mengingatkan pada kasus kebocoran data yang sama di lingkup pemerintahan sebelumnya. Di Inggris, pemerintah menambah penggunaan teknologi pengenalan wajah dengan mengerahkan 10 van khusus untuk membantu polisi dalam mengidentifikasi pelaku kriminal tertentu, sebuah langkah yang memperluas pengawasan digital dan memicu perdebatan mengenai implikasi privasi.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Ketika perusahaan data broker berusaha menyembunyikan kontrol privasi, itu mencerminkan kurangnya akuntabilitas dan perlindungan konsumen yang jangka panjang dapat merusak kepercayaan publik.
Mikko Hypponen
Serangan siber yang melibatkan negara seperti Rusia menunjukkan bahwa perang siber menjadi ancaman nyata yang harus diprioritaskan oleh semua negara dalam kebijakan keamanan nasional mereka.