Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump dan Xi Capai Kesepakatan Tarif, Tapi Isu Chip Nvidia Belum Tuntas

Bisnis
Ekonomi Makro
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
30 Okt 2025
150 dibaca
2 menit
Trump dan Xi Capai Kesepakatan Tarif, Tapi Isu Chip Nvidia Belum Tuntas

Rangkuman 15 Detik

Perdagangan chip antara AS dan China menjadi sumber ketegangan geopolitik.
Kesepakatan yang dicapai antara Trump dan Xi Jinping menunjukkan adanya upaya untuk menurunkan tarif dan meningkatkan kerjasama di bidang tertentu.
Nvidia berpotensi menghadapi tantangan besar jika China mengembangkan chip canggih sendiri.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, di Busan, Korea Selatan, untuk membahas berbagai isu perdagangan penting. Dalam pertemuan tersebut, mereka berhasil mencapai kesepakatan yang meliputi tanah jarang, mineral penting, dan isu fentanil. Selain itu, tarif impor China juga dikurangi dari 57% menjadi 47%, memberikan tanda positif bagi hubungan dagang kedua negara. Meskipun begitu, isu krusial mengenai ekspor chip tercanggih dari Nvidia ke China belum dibicarakan secara mendalam. Trump menyatakan bahwa masalah pengiriman chip Blackwell bukanlah urusan pemerintah, melainkan harus didiskusikan langsung antara perusahaan Nvidia dan pemerintah China. Hal ini menunjukkan adanya peran diplomasi khusus dalam bidang teknologi yang sensitif. Nvidia sendiri terus menghadapi tekanan dari kedua negara. CEO Nvidia, Jensen Huang, menjelaskan bahwa pemerintah China mulai memerintahkan perusahaan lokal untuk berhenti menggunakan chip Nvidia atas alasan keamanan nasional. Sebaliknya, AS melarang ekspor chip tercanggih yang dapat digunakan China untuk memperkuat militernya, menimbulkan ketegangan yang cukup berat dalam perdagangan teknologi. Perusahaan Nvidia pun tengah mengembangkan chip baru berbasis arsitektur Blackwell yang dirancang khusus untuk pasar China, walaupun hingga kini belum mengajukan izin resmi. Cara kedua negara menangani masalah teknologi ini sangat menentukan masa depan perdagangan serta dominasi pasar chip global, khususnya di tengah rivalitas geopolitik yang terus berlanjut. Komentar Trump tentang pentingnya diskusi isu chip di kalangan pejabat yang relevan dan tidak langsung government-to-government menunjukkan adanya usaha kompromi. Namun, ketegangan tetap ada mengingat posisi keras pemerintah China dan kekhawatiran AS yang kuat mengenai keamanan nasional. Hal ini diprediksi akan menyebabkan negosiasi yang rumit dan dinamika baru dalam perdagangan teknologi global.

Analisis Ahli

Jensen Huang
Pemerintah China saat ini tidak ingin Nvidia terlibat dalam pasar chip mereka, yang mempertegas sikap proteksionisme dan pengembangan teknologi lokal.
Analis Teknologi Global
Perkembangan hubungan dagang chip Nvidia dan China akan menentukan masa depan dominasi teknologi, dimana keterbukaan atau penutupan akses sangat mempengaruhi inovasi dan keamanan dunia.