Opendoor Transformasi Bisnis Menjadi Platform Agen, Siap Raih Untung Berkelanjutan
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
30 Okt 2025
130 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Opendoor sedang berusaha membangun model bisnis yang lebih tahan banting dan kurang bergantung pada siklus harga rumah.
Pendapatan dan profitabilitas Opendoor menunjukkan momentum awal meskipun ada tantangan di pasar perumahan.
Kompetisi dengan perusahaan seperti Zillow dan Offerpad akan semakin ketat saat Opendoor mengembangkan platform terdistribusinya.
Opendoor Technologies sedang melakukan perubahan besar dalam model bisnisnya untuk menjadi lebih dari sekadar iBuyer atau pembeli rumah langsung. Mereka beralih ke model platform distribusi multi-penawaran yang melibatkan agen real estate secara aktif, dengan tujuan melayani lebih banyak penjual dan mengandalkan sumber pendapatan yang lebih ringan modalnya. Transformasi ini datang sebagai respons atas tantangan pasar properti yang sulit saat ini.
Pada kuartal kedua tahun 2025, Opendoor mencatat pendapatan sebesar 1,6 miliar dolar dan berhasil mencapai adjusted EBITDA positif sebesar 23 juta dolar atau dengan margin 1,5 persen, yang merupakan kemajuan pertama sejak 2022. Faktor utama yang mendorong hasil ini adalah peningkatan efisiensi pemasaran, penjaminan risiko yang disiplin, dan operasi yang lebih terkelola dengan baik. Walaupun ada kendala dari inventaris lama yang masih berdampak, profit kontribusi tetap positif dengan margin 4,4 persen.
Strategi baru Opendoor menggunakan platform distribusi yang menggabungkan agen dalam setiap pasar aktif. Agen menawarkan berbagai opsi kepada penjual, termasuk tawaran tunai dari Opendoor, listing tradisional, dan produk hybrid baru bernama Cash Plus. Produk hybrid ini memungkinkan penjual untuk mengurangi modal di muka dan sekaligus memperoleh potensi keuntungan lebih besar saat rumah terjual nanti. Pendekatan ini sudah berhasil menggandakan jumlah pelanggan yang memperoleh tawaran tunai secara tertinjau dan meningkatkan konversi listing hingga lima kali lipat dibandingkan model sebelumnya.
Dalam kompetisi, Zillow dan Offerpad tetap menjadi pesaing terdekat Opendoor. Zillow masih unggul dalam traffic pengguna dan ekosistem agen Premier mereka, dan terus berinvestasi dalam teknologi AI untuk meningkatkan pengalaman pencarian dan penawaran harga rumah. Sementara itu, Offerpad tetap mengikuti jejak Opendoor dengan model iBuyer dan layanan listing yang lebih sederhana, juga mengadopsi produk hibrida serupa yang mengurangi kebutuhan modal awal. Persaingan ini diperkirakan akan semakin ketat seiring dengan ekspansi Opendoor ke seluruh negeri.
Meskipun Opendoor mengantisipasi penurunan pendapatan dan kembali ke EBITDA negatif pada kuartal ketiga 2025 karena fase awal pengembangan platform yang masih berjalan serta kondisi ekonomi makro yang sulit, mereka tetap optimis bahwa strategi platform ini akan mengubah jalur menuju profitabilitas yang lebih berkelanjutan. Jika berhasil, transformasi ini bisa membuat Opendoor lebih tahan banting terhadap siklus harga rumah dan kompetisi pasar.
Analisis Ahli
Ben Kinney (CEO Keller Williams)
Strategi Opendoor yang menggabungkan layanan agen dengan teknologi dan penawaran tunai adalah langkah penting untuk mengatasi siklus pasar real estate yang tidak stabil. Ini memperlihatkan bagaimana teknologi dan agen bisa berkolaborasi untuk memberikan nilai lebih kepada penjual.Glenn Kelman (CEO Redfin)
Perpindahan Opendoor ke model platform yang lebih luas adalah cara yang tepat untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan menciptakan sumber pendapatan baru yang berulang dan berkelanjutan.