Perlambatan Emisi Global Bisa Mundur Kiamat Perubahan Iklim Dunia
Sains
Iklim dan Lingkungan
30 Okt 2025
41 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penurunan emisi gas rumah kaca global diperkirakan masih jauh dari yang diperlukan untuk mencegah dampak terburuk perubahan iklim.
KTT Iklim COP30 akan membahas tantangan dalam penurunan emisi yang lambat.
Negara-negara yang mengambil tindakan cepat terhadap perubahan iklim dapat memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan.
PBB melaporkan bahwa emisi gas rumah kaca global akan menurun sekitar 10% pada tahun 2035 berdasarkan rencana iklim yang sudah diajukan oleh beberapa negara. Namun, angka ini belum cukup drastis untuk menghindarkan dunia dari dampak terburuk perubahan iklim yang sudah mengkhawatirkan.
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim mengingatkan bahwa dunia perlu mengurangi emisi hingga 60% dari level 2019 agar suhu bumi tidak naik lebih dari 1,5 derajat Celsius. Jika tidak, perubahan iklim dapat menyebabkan kerusakan besar bagi ekosistem dan kehidupan manusia.
Penurunan emisi saat ini tertunda karena sebagian besar negara besar seperti Amerika Serikat dan China belum menyerahkan rencana iklim baru mereka. Ini menjadi tantangan besar dalam mengendalikan kenaikan emisi global yang telah mencapai rekor tertinggi pada 2024, terutama karena kebakaran hutan yang luas.
Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Simon Stiell, menegaskan bahwa negara-negara yang segera mengambil tindakan iklim lebih cepat akan mendapat keuntungan ekonomi serta lapangan kerja baru. Namun, perlombaan mengurangi emisi ini harus segera dimulai agar bumi tetap layak huni.
KTT Iklim COP30 di Brasil bulan depan akan menjadi momen penting untuk membahas lambatnya penurunan emisi dan mengajak negara-negara memperbarui rencana iklim mereka demi masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Analisis Ahli
Simon Stiell
Kemajuan yang ada adalah hasil nyata dari Perjanjian Paris, tetapi masih jauh dari cukup dan percepatan harus segera dimulai agar planet tetap layak huni.

