Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Anak Lahir 2020 Hadapi Risiko Bencana Iklim Ekstrem yang Semakin Parah

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
18 Jun 2025
246 dibaca
2 menit
Anak Lahir 2020 Hadapi Risiko Bencana Iklim Ekstrem yang Semakin Parah

Rangkuman 15 Detik

Perubahan iklim meningkatkan risiko bencana bagi generasi muda.
Ketimpangan sosial-ekonomi memperburuk dampak perubahan iklim.
Aksi cepat diperlukan untuk mengurangi emisi dan melindungi masa depan anak-anak.
Perubahan iklim telah membawa ancaman besar bagi kelangsungan hidup Bumi. Studi terbaru menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir pada tahun 2020 akan mengalami risiko bencana iklim ekstrem seperti gelombang panas, banjir, dan kekeringan dengan frekuensi yang jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Para ilmuwan memperkirakan anak-anak ini memiliki kemungkinan 2 hingga 7 kali lebih besar untuk mengalami peristiwa iklim langka yang sebelumnya jarang terjadi. Jika pemanasan global terus meningkat hingga 3,5°C, sebagian besar dari mereka akan menghadapi gelombang panas mematikan dan risiko gagal panen serta banjir yang besar. Ketimpangan sosial ekonomi turut memperburuk dampak ini. Anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah akan lebih rentan menghadapi risiko iklim seumur hidup dibanding mereka dari keluarga berpendapatan tinggi. Wilayah tropis seperti Sub-Sahara Afrika, Asia Timur, dan Amerika Selatan menjadi yang paling terdampak. Para peneliti dan akademisi mengingatkan pentingnya tindakan cepat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong transisi ke ekonomi rendah karbon agar masa depan anak-anak dunia lebih aman dan adil. Jika tidak, ketimpangan generasi dan sosial hanya akan semakin melebar. Informasi ini menjadi pengingat bagi pemerintah seluruh dunia untuk mengambil kebijakan nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan demi masa depan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang.