Penjualan Xbox Merosot, Microsoft Fokus Kembangkan Layanan Cloud dan Game
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
30 Okt 2025
110 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjualan Xbox mengalami penurunan drastis, yang mendorong Microsoft untuk mengubah strateginya.
Layanan cloud, terutama Azure, menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan Microsoft.
Kenaikan harga perangkat keras Xbox berkontribusi pada penurunan penjualan.
Penjualan perangkat keras Xbox Microsoft mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa kuartal terakhir. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan dari perangkat keras Xbox turun 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan bagian dari tren menurun yang terus berlangsung sejak tahun 2024. Salah satu penyebab utama adalah kenaikan harga konsol Xbox Series X yang kini dijual mulai 599,99 dolar AS, akibat pengaruh tarif dan inflasi global.
Microsoft merespons tantangan ini dengan mengurangi fokus pada perangkat keras konsol dan beralih ke strategi 'Xbox everywhere', yaitu menyediakan layanan Xbox di berbagai perangkat tanpa harus bergantung pada konsol fisik. Meskipun pendapatan dari konten dan layanan digital hanya tumbuh tipis sebesar 1 persen pada kuartal ini, langkah ini tetap menunjukkan upaya perusahaan untuk memperkuat ekosistem game-nya melalui sinergi software dan layanan cloud.
Di luar Xbox, Microsoft tetap mencatat pertumbuhan pada sektor perangkat keras lainnya, seperti Windows OEM dan Devices, dengan peningkatan pendapatan 6 persen. Namun, data penjualan Surface tidak lagi dipisahkan, sehingga kinerja lini produk tersebut menjadi kurang transparan. Surface sendiri sudah mengalami penurunan penjualan dalam beberapa tahun terakhir sebelum kini tidak dilaporkan secara terpisah lagi.
Faktor yang membuat Microsoft tetap kokoh adalah bisnis cloud mereka yang sangat berkembang, terutama layanan Azure yang mencatat pertumbuhan 40 persen dalam pendapatan. Secara keseluruhan, pendapatan dari Microsoft Cloud mencapai 49,1 miliar dolar AS, meningkat 26 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa layanan cloud Microsoft menjadi pilar utama dalam strategi dan pendapatan perusahaan di masa depan.
Total pendapatan Microsoft di kuartal pertama 2026 sebesar 77,7 miliar dolar AS, naik 18 persen dari tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga meningkat 12 persen menjadi 27,7 miliar dolar AS. Meski pertumbuhan utama berasal dari divisi cloud, lini bisnis produktivitas dan proses bisnis juga tetap menyumbang pendapatan penting sebesar 33 miliar dolar AS. Hal ini menggambarkan diversifikasi portofolio Microsoft yang kuat, meskipun ada tantangan pada penjualan konsol Xbox.
Analisis Ahli
Piers Harding-Rolls (Research Director, Ampere Analysis)
Microsoft menghadapi tantangan serius di segmen perangkat keras, namun strategi jangka panjang mereka pada layanan cloud dan game streaming masih bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan ke depan.