Terobosan Benang Aktuator Ringan untuk Robot Pakaian yang Nyaman Dipakai
Teknologi
Robotika
30 Okt 2025
255 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi baru memungkinkan produksi massal otot buatan yang ringan dan fleksibel untuk wearable robot.
Wearable robot ini dapat meningkatkan fungsionalitas dan kenyamanan, sangat bermanfaat dalam rehabilitasi dan tugas fisik lainnya.
Penelitian ini berpotensi untuk merevolusi berbagai industri, termasuk perawatan kesehatan dan logistik.
Para peneliti dari Korea Institute of Machinery and Materials mengembangkan sistem tenun otomatis yang mampu membuat benang super tipis dari paduan memori bentuk, yang digunakan sebagai otot buatan untuk robot pakaian. Benang ini sangat ringan dan fleksibel, lebih tipis dari rambut manusia, memungkinkan robot yang dipakai seperti pakaian menjadi praktis dan nyaman.
Dengan benang ini, mereka berhasil membuat robot pakaian yang beratnya kurang dari dua kilogram dan dapat membantu berbagai sendi sekaligus seperti lengan, bahu, dan pinggang. Robot ini mampu mengurangi usaha otot manusia hingga lebih dari 40 persen saat melakukan tugas yang berulang-ulang.
Sistem benang ini diproduksi secara massal dengan cara yang stabil dan seragam setelah mengganti inti logam pada koil benang dengan serat alami, membuat produksi besar-besaran menjadi mungkin serta meningkatkan kualitas produk yang dapat dipasarkan.
Percobaan klinis yang dilakukan di Rumah Sakit Nasional Seoul menunjukkan robot bahu berbobot 840 gram ini efektif meningkatkan rentang gerak hingga 57 persen bagi pasien dengan gangguan otot serius seperti distrofi otot Duchenne. Hal ini membuka harapan baru untuk rehabilitasi pasien dan pemulihan fungsi tubuh.
Selain bidang kesehatan, teknologi robot berbasis kain ini diprediksi akan digunakan dalam dunia industri seperti manufaktur dan logistik untuk membantu pekerja dalam pekerjaan berat, sehingga meningkatkan keselamatan dan efisiensi kerja secara keseluruhan.
Analisis Ahli
Hod Lipson (profesor robotika, Columbia University)
Produksi massal aktuator fleksibel seperti ini menjadi salah satu titik balik dalam evolusi robotika yang bisa dikenakan, memungkinkan robot menjadi lebih manusiawi dan mudah diadaptasi dalam kehidupan nyata tanpa hambatan berat dan ketidaknyamanan.Cynthia Breazeal (pionir robot sosial, MIT)
Teknologi yang mereplikasi ketangkasan dan kelembutan otot manusia membuka jalan bagi robot yang lebih ramah pengguna dan mampu bekerja bersamaan dengan manusia di lingkungan sehari-hari.

