Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jam Atom Kuantum Pertama di Kapal Selam Otonom Tingkatkan Navigasi Bawah Laut

Sains
Fisika dan Kimia
physics-and-chemistry (5mo ago) physics-and-chemistry (5mo ago)
29 Okt 2025
184 dibaca
1 menit
Jam Atom Kuantum Pertama di Kapal Selam Otonom Tingkatkan Navigasi Bawah Laut

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan jam atom kuantum meningkatkan kemampuan navigasi kapal selam.
Royal Navy berinvestasi dalam teknologi canggih untuk operasi bawah air.
Eksperimen ini menunjukkan potensi teknologi kuantum dalam mendukung misi angkatan laut di masa depan.
Teknologi jam atom optik kuantum Tiqker dari Infleqtion telah berhasil diuji coba untuk pertama kalinya di kapal selam otonom bawah laut Excalibur milik Angkatan Laut Inggris. Jam ini bisa bekerja seperti jam laboratorium kelas dunia namun dalam ukuran yang cukup kecil untuk dipasang langsung di kapal selam. Hal ini penting karena kapal selam selama ini tidak bisa sepenuhnya mengandalkan sistem satelit seperti GPS saat berada di bawah laut, sehingga navigasi menjadi tantangan besar terutama dalam lingkungan yang membatasi sinyal luar. Jam Tiqker memberikan sinyal waktu yang sangat stabil, sehingga dapat mengurangi kesalahan navigasi yang biasa terjadi akibat drift waktu pada jam konvensional. Dengan begitu, kapal selam bisa tetap berada di lokasi yang tepat dan tersembunyi lebih lama. Selain membantu navigasi, jam ini juga memberikan referensi waktu bagi sistem penting kapal selam lain seperti sonar, kontrol penembakan, dan komunikasi yang aman, yang semuanya memerlukan koordinasi presisi tinggi. Percobaan ini membuktikan bahwa jam atom optik kuantum bisa berjalan dengan stabil dan andal selama berbagai kondisi penyelaman kapal selam sesungguhnya, menandai kemajuan besar dalam teknologi bawah laut masa depan.

Analisis Ahli

Commander Matthew Steele
Menggarisbawahi langkah penting dalam memahami penerapan jam kuantum untuk navigasi yang presisi dan tahan lama di lingkungan bawah laut yang sulit.
Matthew Troughton
Menekankan bagaimana teknologi ini akan memungkinkan platform otonom bekerja lebih lama dan dengan keandalan tinggi di misi bawah laut yang kompleks.