TLDR
Grammarly memperluas layanannya ke lima bahasa baru dengan bantuan AI. Permintaan untuk fitur baru merupakan bagian penting dari pengembangan Grammarly. Grammarly berkomitmen untuk menjaga keamanan data pengguna dalam pengembangan model bahasa. Grammarly, sebuah perangkat lunak pengeditan tata bahasa yang sangat populer, telah mengembangkan teknologinya selama 16 tahun untuk menyesuaikan dengan pola bahasa Inggris alami. Kini, mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas dukungan ke lima bahasa baru yakni Spanyol, Prancis, Portugis, Jerman, dan Italia, menjadikannya tersedia dalam total enam bahasa.Aplikasi Grammarly selain mampu mengecek kesalahan ejaan, juga mampu mengubah kalimat dan paragraf agar sesuai dengan gaya bahasa penutur asli dan meningkatkan kejelasan komunikasi. Fitur penerjemahan bawaan memungkinkan pengguna menerjemahkan antara enam bahasa inti ke 19 bahasa lain tanpa harus menggunakan layanan terjemahan lain di luar aplikasi.Pasar teknologi berbasis AI untuk bahasa selain Inggris semakin ramai dan kompetitif. Misalnya, Google telah memperluas AI-nya untuk lebih banyak bahasa, dan Apple meluncurkan fitur terjemahan langsung melalui AirPods. Grammarly berusaha tetap unggul dengan menggabungkan model-model bahasa besar dan pengawasan dari tim linguistik internalnya.Dalam peluncuran beta, sekitar satu juta pengguna mendapat akses fitur bahasa baru ini dan reaksi penerimaan yang positif dari penutur asli menunjukkan keberhasilan awal. Pengguna juga memiliki opsi menggunakan model AI pihak ketiga, namun Grammarly tetap menerapkan aturan ketat atas pelatihan data untuk menjaga keamanan dan privasi.Ke depannya, Grammarly berambisi menjadi aplikasi produktivitas AI yang luas, terbukti dengan pengakuisisian Superhuman dan peluncuran fitur AI untuk edukasi. Dengan permintaan besar dari pelanggan global, terutama di layanan pelanggan, perusahaan diprediksi akan terus menambah bahasa dan fitur sesuai kebutuhan pasar dunia.