Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pentingnya Etika dan Hukum dalam Fotografi di Era Pelindungan Data Pribadi

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (4mo ago) cyber-security (4mo ago)
29 Okt 2025
196 dibaca
2 menit
Pentingnya Etika dan Hukum dalam Fotografi di Era Pelindungan Data Pribadi

Rangkuman 15 Detik

Fotografi di ruang publik harus mematuhi UU Pelindungan Data Pribadi.
Persetujuan subjek yang difoto adalah penting dalam konteks etika dan hukum.
Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital dan etika penggunaan teknologi.
Belakangan ini, ramai dibahas mengenai aktivitas fotografi di jalanan yang sering dianggap melanggar karena tidak meminta izin orang yang difoto. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana aturan penggunaan foto dalam ruang publik, terutama terkait pelindungan data pribadi. Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menjelaskan bahwa wajah dan ciri khas individu dalam foto termasuk kategori data pribadi yang dilindungi oleh Undang-undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Oleh sebab itu, fotografer harus mengikuti aturan dan memperhatikan aspek etika saat memotret dan mempublikasikan foto. Selain itu, UU PDP melarang penggunaan foto untuk tujuan komersial tanpa persetujuan dari orang yang difoto. Pengambilan dan penggunaan data harus memiliki dasar hukum yang jelas, termasuk persetujuan subjek data, agar tidak terjadi penyalahgunaan data. Masyarakat juga memiliki hak untuk melaporkan dan menggugat pihak yang diduga menyalahgunakan data pribadi berdasarkan UU ITE dan UU PDP. Pemerintah melalui Ditjen Wasdig Kemkomdigi berencana mengadakan diskusi bersama fotografer dan asosiasi untuk memperkuat pemahaman hukum dan etika fotografi. Selain pengawasan hukum, Ditjen Wasdig Kemkomdigi juga mendorong literasi digital masyarakat agar memahami etika dalam penggunaan teknologi serta pelindungan data pribadi. Ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang aman, beretika, dan berkeadilan.

Analisis Ahli

Alexander Sabar
Pengakuan wajah dan fitur individu adalah data pribadi yang memerlukan persetujuan dalam setiap pemrosesannya agar tidak melanggar hukum.