AS Bangun Dua Superkomputer Canggih Senilai Rp 16.70 triliun (US$1 Miliar) untuk Riset dan AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Okt 2025
253 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Superkomputer Lux dan Discovery dirancang untuk mempercepat riset ilmiah dan penemuan obat.
Proyek ini melibatkan kolaborasi beberapa organisasi teknologi terkemuka.
Kemajuan dalam bidang energi fusi dan pengobatan kanker diharapkan akan diperoleh dalam waktu dekat.
Presiden Donald Trump tengah menginisiasi pembangunan dua superkomputer baru dengan nilai total mencapai 1 miliar dolar Amerika Serikat untuk mendukung riset ilmiah dan keamanan nasional. Proyek ini digarap bersama AMD dan beberapa perusahaan teknologi terkemuka lainnya.
Superkomputer pertama, Lux, akan beroperasi dalam waktu enam bulan dan menggunakan chip AI AMD MI355X. Lux akan membantu eksperimen ilmiah kompleks seperti pengembangan energi fusi, tenaga nuklir, dan simulasi molekuler untuk pengobatan kanker.
Superkomputer kedua, Discovery, dijadwalkan selesai pada tahun 2028 dan mulai beroperasi pada 2029 dengan teknologi chip AMD MI430 yang lebih canggih. Discovery menghadirkan kapasitas komputasi yang jauh lebih tinggi tetapi masih dalam tahap perkiraan peningkatan kemampuan.
Departemen Energi Amerika Serikat akan menjadi tempat pengelolaan kedua superkomputer ini dengan kemitraan dari Hewlett Packard Enterprise, Oracle Cloud Infrastructure, dan Oak Ridge National Laboratory. Mesin dan investasi modal dibagi antara pemerintah dan perusahaan mitra.
Para ahli meyakini bahwa superkomputer ini tidak hanya akan mempercepat inovasi dalam AI dan teknologi energi, tetapi juga memainkan peran penting dalam ketahanan nasional, terutama terkait dengan pengelolaan persenjataan nuklir dan pengembangan pengobatan kanker canggih.
Analisis Ahli
Chris Wright
Superkomputer AI ini akan membuka berbagai kemajuan teknologi praktis, terutama dalam energi fusi yang bisa terwujud dalam dua sampai tiga tahun.Lisa Su
Lux merupakan proyek dengan kecepatan pembangunan superkomputer terbesar yang kami lakukan, mempercepat inovasi AI di Amerika Serikat.Stephen Streiffer
Lux memiliki kapasitas AI tiga kali lebih besar, sementara Discovery diharapkan memberikan lonjakan komputasi yang signifikan walau belum pasti ukurannya.

