AS dan China Bersaing Ketat Kuasai Industri Chip untuk Dominasi AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
13 Okt 2025
230 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Industri chip menjadi sangat kompetitif antara AS dan China.
Investasi besar dilakukan oleh berbagai perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi chip.
Permintaan untuk chip AI terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Industri chip saat ini menjadi arena persaingan penting antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China. Chip sangat krusial karena menjadi dasar teknologi kecerdasan buatan (AI) yang diyakini akan mengubah banyak aspek kehidupan manusia. AS memberlakukan larangan ekspor chip ke China untuk menghambat kemajuan teknologi China, namun langkah ini justru memancing China untuk lebih giat mengembangkan chip secara mandiri.
Selain AS dan China, Taiwan dan Korea Selatan juga merupakan negara penting dalam produksi chip. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan Samsung dari Korea Selatan melakukan investasi besar di sektor chip, terutama di AS. Investasi AS dalam industri chip bertumbuh pesat setelah kebijakan yang menuntut penguatan produksi chip dalam negeri selama pemerintahan Trump dan Biden.
Perkiraan menunjukkan bahwa investasi chip di AS akan melampaui China, Taiwan, dan Korea Selatan sekitar tahun 2027. Dana sebesar Rp 2.64 quadriliun (US$158 miliar) diproyeksikan akan digunakan untuk membangun fasilitas fabrikasi dan pengembangan alat canggih hingga 2030. Lonjakan investasi ini menunjukkan optimisme pasar terhadap permintaan chip, terutama chip AI setelah fenomena ChatGPT dan kebutuhan data center yang meningkat drastis.
Perusahaan seperti Intel berencana memperbesar bisnis pencetakan chip untuk mengatasi tantangan pengemasan canggih dan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat. Selain itu, kolaborasi antara OpenAI dengan AMD dan Nvidia menandakan bahwa industri chip kontrak juga akan tumbuh pesat untuk menyuplai chip AI berskala besar mulai akhir 2026.
Secara keseluruhan, persaingan industri chip ini tidak hanya soal teknologi dan ekonomi, tapi juga menyangkut kekuatan geopolitik. AS dinilai memiliki keunggulan dalam investasi dan produksi chip kelas atas, sedangkan China terus mengejar dengan fokus pada teknologi mature nodes sekaligus memperkuat ekosistem industri chip domestik dengan dukungan kuat dari pemerintah.
Analisis Ahli
Tseng Jui-yu
AS akan melampaui seluruh dunia dari segi pertumbuhan manufaktur semikonduktor berdasarkan komitmen manufaktur yang ada.Lip-Bu Tan
Permintaan chip AI yang semakin rumit dan hambatan kapasitas pengemasan canggih membuka peluang besar bagi ekspansi Intel.

