Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Salesforce Terpuruk Saat Memimpin Tren AI Dalam Bisnis Software?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
28 Okt 2025
161 dibaca
2 menit
Mengapa Salesforce Terpuruk Saat Memimpin Tren AI Dalam Bisnis Software?

AI summary

Salesforce menghadapi tantangan karena peluncuran teknologi AI yang terlalu cepat.
Analisis menunjukkan bahwa perusahaan harus memperhatikan kinerja inti mereka sambil mengembangkan produk baru.
Investasi dalam AI dapat memberikan manfaat bagi Salesforce, meskipun ada skeptisisme di pasar.
Salesforce Inc menghadapi masalah serius setelah meluncurkan teknologi AI terlalu cepat sebelum produk siap, yang menyebabkan penurunan di bisnis inti mereka. Analis seperti Gil Luria menyoroti bahwa hal tersebut menyebabkan perusahaan kehilangan fokus dan performa menurun dibandingkan pesaing seperti ServiceNow yang bisnis intinya stabil.Menurut Gil Luria, perubahan dalam software bisnis sangat sulit dan perusahaan enggan melakukan perubahan besar meski AI menawarkan banyak potensi. Hal ini membuat banyak perusahaan merasa belum siap menggunakan produk AI yang belum akurat, apalagi jika produk baru tersebut menggantikan sistem lama yang sudah mereka andalkan.Investor juga dibuat ragu oleh laporan dari Vulcan Value Partners yang menunjukkan pertumbuhan Salesforce sedikit turun dan banyak yang mempertanyakan apakah investasi besar pada teknologi AI benar-benar menguntungkan. Meski begitu, Vulcan masih optimis Salesforce akan terus tumbuh karena posisi kuat dan keunggulan teknologi yang mereka miliki.Vulcan Value Partners menilai Salesforce punya peluang besar karena produknya sudah menyatu dengan kebutuhan pelanggan dan mereka menawarkan inovasi AI yang dapat membantu perusahaan lebih fokus menjalankan bisnis tanpa harus memikirkan pengembangan AI internal. Hal ini membuat Salesforce tetap dipandang sebagai pemain dominan di pasar software enterprise.Secara keseluruhan, perubahan pada teknologi AI dalam bisnis besar memerlukan waktu dan kesabaran agar dapat diadopsi secara efektif. Salesforce harus menjaga keseimbangan antara inovasi AI dan mempertahankan bisnis inti agar mereka tetap dapat bersaing dan menarik kepercayaan investor di masa depan.

Experts Analysis

Gil Luria
Salesforce mengalami kesulitan karena mengabaikan bisnis inti demi teknologi AI yang belum siap, dan ini menjadi alasan utama penurunan kinerja perusahaan.
Editorial Note
Salesforce tampaknya terlalu tergesa-gesa dalam mengadopsi teknologi AI tanpa kesiapan produk yang matang, sehingga berdampak negatif pada bisnis intinya. Namun, dengan posisi pasar yang kuat dan basis pelanggan loyal, potensi pertumbuhan mereka lewat inovasi AI tetap besar jika mereka mampu menyeimbangkan pengembangan produk baru dan menjaga bisnis inti stabil.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.