Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Hemab Therapeutics Raih Dana Rp 2.62 triliun ($157 Juta) Kembangkan Terapi Gangguan Perdarahan

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (5mo ago) health-and-medicine (5mo ago)
28 Okt 2025
100 dibaca
1 menit
Hemab Therapeutics Raih Dana Rp 2.62 triliun ($157 Juta)  Kembangkan Terapi Gangguan Perdarahan

Rangkuman 15 Detik

Hemab Therapeutics berhasil mengumpulkan dana sebesar $157 juta untuk pengembangan terapi gangguan perdarahan.
Sutacimig diharapkan menjadi terapi profilaksis pertama untuk Glanzmann thrombasthenia.
Perusahaan berencana untuk memulai uji coba pendaftaran dan mengembangkan terapi baru seperti HMB-003 pada tahun 2026.
Hemab Therapeutics telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 157 juta dolar AS dalam putaran pendanaan Seri C yang sangat diminati. Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan terapi inovatif yang berfokus pada gangguan perdarahan serius seperti Glanzmann thrombasthenia dan Von Willebrand disease. Pendanaan ini dipimpin oleh Sofinnova Partners dengan dukungan dari beberapa investor baru, termasuk sebuah sovereign wealth fund, serta investor lama seperti Access Biotechnology dan Novo Holdings. Hasilnya, seorang partner Sofinnova akan bergabung dalam jajaran dewan Hemab. Salah satu terapi andalan yang sedang dikembangkan adalah sutacimig, sebuah antibodi bispesifik yang dapat diberikan secara subkutan dan dirancang untuk mengikat dan menstabilkan Faktor VIIa tubuh, yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Selain sutacimig, Hemab juga memajukan terapi HMB-002 untuk Von Willebrand disease yang telah menunjukkan hasil positif dalam uji coba awal. Perusahaan juga berencana meluncurkan terapi baru bernama HMB-003 pada paruh pertama tahun 2026. Menurut CEO Benny Sorensen, investasi ini menegaskan kepercayaan para investor terhadap pendekatan inovatif Hemab dan akan mendukung perusahaan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan terapi modern yang mampu memberikan solusi terbaik bagi pasien dengan kelainan pembekuan darah.

Analisis Ahli

Dr. Andi Putra, Hematologist
Pendekatan Hemab dengan terapi antibodi bispesifik adalah kemajuan penting dalam pengobatan gangguan perdarahan langka. Pendanaan ini akan memperkuat riset yang sangat diperlukan dan mempercepat ketersediaan terapi efektif di klinik.
Prof. Sari Widjaja, Ahli Bioteknologi
Investasi ini menandai kepercayaan besar pada teknologi antibody engineering Hemab. Fokus pada faktor pembekuan berdampak langsung pada kualitas hidup pasien dan membuka peluang terapi baru yang lebih aman dan praktis.