Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Durasi Pelukan Ungkap Apakah Seseorang Menyukai Anda Lebih Dari Teman

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
28 Okt 2025
2780 dibaca
2 menit
Durasi Pelukan Ungkap Apakah Seseorang Menyukai Anda Lebih Dari Teman

TLDR

Pelukan yang lebih lama menunjukkan hubungan romantis dibandingkan dengan pertemanan.
Neurotisisme dapat mempengaruhi cara seseorang berinteraksi secara fisik saat berpelukan.
Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya perilaku nonverbal dalam menilai hubungan antar individu.
Kadang kita merasa bingung apakah seseorang menyukai kita lebih dari sekadar teman. Penelitian dari Fakultas Kedokteran MDH Hamburg di Jerman mengungkapkan bahwa cara seseorang memeluk kita bisa jadi tanda yang jelas. Durasi pelukan ternyata menjadi kunci utama untuk mengenali apakah pelukan itu hanya untuk teman atau lebih dari itu.Studi ini melibatkan 60 peserta yang terdiri dari teman dan pasangan kekasih. Mereka diminta berjalan mendekati dan berpelukan, lalu aktivitas tersebut direkam dengan 14 kamera video berfrekuensi tinggi untuk analisis lebih tepat. Hasilnya, pasangan kekasih mempertahankan pelukan lebih lama sekitar 7,02 detik, sementara teman hanya sekitar 2,88 detik.Para peneliti juga menggunakan perangkat lunak AI untuk mengukur durasi pelukan dan posisi tubuh yang terlibat, seperti lutut dan kaki. Menariknya, posisi tubuh selama pelukan tidak memiliki pengaruh besar dalam menentukan apakah pelukan itu dari teman atau pasangan romantis. Jadi, durasi pelukan lebih penting daripada postur tubuh.Selain itu, penelitian juga melibatkan kuesioner untuk menilai tingkat neurotisisme, yaitu kecenderungan seseorang untuk mengalami emosi negatif seperti kecemasan atau kesedihan. Orang yang cukup neurotik cenderung berpelukan dengan jarak yang lebih jauh, sehingga pelukan mereka terasa kurang erat. Sebaliknya, mereka yang berpelukan dengan kesadaran penuh cenderung memberikan pelukan yang lebih kuat dan hangat.Penemuan ini penting karena membantu kita lebih memahami bahasa tubuh dan perasaan yang tersirat dalam pelukan. Ke depannya, metode analisis pelukan ini bisa dipakai untuk mengungkap kedekatan emosional dengan cara yang lebih objektif dan berbasis teknologi, yang selama ini sulit dilakukan hanya dengan intuisi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.