Uber Bayar Driver untuk Latih AI, Tantangan Baru Dunia Kerja Terjadi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
27 Okt 2025
170 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Uber meluncurkan program Digital Tasks untuk melibatkan pengemudi dalam melatih AI.
Kekhawatiran pekerja tentang AI mencakup potensi penggantian pekerjaan di masa depan.
Perusahaan seperti McKinsey & Company menunjukkan bahwa investasi dalam AI akan terus meningkat.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin cepat berkembang dan mulai mengubah cara kerja banyak industri. Perusahaan menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan, tetapi banyak pekerja merasa cemas karena AI bisa menggantikan mereka suatu saat nanti.
Uber memperkenalkan program Digital Tasks yang memberikan tugas digital kepada pengemudi melalui aplikasi saat mereka tidak sedang mengemudi. Tugas ini termasuk membuat rekaman suara, mengunggah dokumen dan gambar dalam berbagai bahasa untuk membantu melatih sistem AI.
Program ini sedang diuji coba di India dan akan diluncurkan secara terbatas di Amerika Serikat. Hanya pengemudi yang memilih ikut program yang bisa menerima tugas-tugas ini dan mereka akan dibayar untuk setiap tugas yang diselesaikan.
Survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah pekerja Amerika Serikat merasa khawatir dampak AI terhadap pekerjaan mereka dan sekitar sepertiganya percaya keberadaan AI akan mengurangi kesempatan kerja di masa depan. Di sisi lain, perusahaan berencana meningkatkan investasi dalam AI secara besar-besaran.
Tokoh seperti Bill Gates mendorong perlunya aturan dan regulasi untuk mengelola perkembangan AI agar aman, sementara Elon Musk memperingatkan risiko besar AI yang bisa mengancam peradaban. Perdebatan terkait AI dan pekerjaan masih akan berlanjut seiring teknologi terus berkembang.
Analisis Ahli
Bill Gates
Regulasi yang ketat diperlukan agar inovasi AI dapat berkembang dengan aman dan bertanggung jawab sebagaimana peraturan keamanan yang diterapkan pada teknologi masa lalu.Elon Musk
AI memiliki potensi bahaya besar yang bisa mengancam peradaban manusia lebih dari risiko teknologi lain, sehingga perhatian serius dan tindakan pencegahan harus diutamakan.