Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Superkomputer Ciptakan AI Canggih untuk Memahami Bahasa Protein dengan Akurat

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
27 Okt 2025
244 dibaca
2 menit
Superkomputer Ciptakan AI Canggih untuk Memahami Bahasa Protein dengan Akurat

Rangkuman 15 Detik

PLM-Interact adalah model inovatif yang meningkatkan akurasi prediksi interaksi protein.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya superkomputer dalam pengembangan model kecerdasan buatan untuk aplikasi medis.
Model ini berpotensi membuka jalan untuk pengembangan terapi dan vaksin baru dalam menghadapi penyakit dan infeksi.
Para ilmuwan dari University of Glasgow menggunakan superkomputer Tursa untuk mengembangkan model AI bernama PLM-Interact, yang bisa memprediksi interaksi antar protein lebih akurat dibandingkan model sebelumnya. Meskipun superkomputer ini biasanya dipakai untuk riset kosmos, kini digunakan untuk mempelajari proses penting dalam tubuh manusia. PLM-Interact dilatih menggunakan 421.000 pasangan protein manusia dan memiliki 650 juta parameter sehingga mampu mempelajari bahasa khusus bagaimana protein saling berkomunikasi. Model ini bekerja 16% sampai 28% lebih baik dalam memprediksi interaksi protein dibandingkan model canggih seperti AlphaFold3 dari Google DeepMind. Model ini tidak hanya memprediksi interaksi protein normal, tetapi juga dapat mengidentifikasi bagaimana mutasi genetik mengubah interaksi tersebut, yang sangat penting dalam mempelajari penyakit seperti kanker dan gangguan genetik. Selain itu, PLM-Interact juga berhasil memetakan bagaimana virus berinteraksi dengan protein manusia. Kemampuan PLM-Interact dalam memahami interaksi protein virus dan manusia membuka peluang besar untuk riset virus baru dan penilaian potensi pandemi. Ini bisa mempercepat pengembangan obat dan vaksin yang lebih efektif, menjawab kebutuhan mendesak saat pandemi COVID-19. Dengan hasil yang mengesankan, para peneliti ingin terus mengembangkan PLM-Interact agar bisa diterapkan secara luas di bidang medis. Mereka optimis model ini akan membawa revolusi dalam riset biologi molekuler dan medis serta mempercepat penemuan terapi baru.

Analisis Ahli

Dr Ke Yuan
PLM-Interact memperlihatkan performa unggul dalam memahami bahasa protein, membuka jalan bagi riset interaksi molekul yang lebih efektif.
Prof David L Robertson
Model ini sangat penting untuk secara cepat memahami interaksi virus dan inang, yang sangat krusial saat menangani pandemi seperti COVID-19.