Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AI DrugReflector Mempercepat Penemuan Obat dengan Data Gen Ekspresi Sel

Teknologi
Kecerdasan Buatan
NatureMagazine NatureMagazine
23 Okt 2025
108 dibaca
2 menit
AI DrugReflector Mempercepat Penemuan Obat dengan Data Gen Ekspresi Sel

Rangkuman 15 Detik

Model AI dapat mempercepat proses penemuan obat dengan menggunakan data ekspresi gen.
DrugReflector menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam menemukan senyawa yang relevan untuk pengobatan.
Kolaborasi antara peneliti dan perusahaan bioteknologi sangat penting dalam pengembangan teknologi baru dalam bidang kesehatan.
Penemuan obat selama ini memakan waktu lama dan biaya besar karena harus memeriksa ribuan senyawa kimia satu per satu di laboratorium. Selain itu, metode tradisional hanya melihat efek dasar pada sel dan belum memanfaatkan data genomik yang kini tersedia begitu luas. Para peneliti dari MIT dan perusahaan bioteknologi Cellarity bersama-sama mengembangkan model AI bernama DrugReflector yang dilatih menggunakan data tentang bagaimana hampir 9.600 senyawa kimia memengaruhi aktivitas gen dari lebih 50 jenis sel manusia. Ini memungkinkan AI untuk memprediksi efek senyawa lebih kompleks dan mendalam. DrugReflector berhasil mengidentifikasi senyawa yang dapat mempengaruhi produksi trombosit dan sel darah merah, yang penting untuk pengobatan penyakit darah. Ketika diuji pada 107 senyawa terpilih, AI ini 17 kali lebih efektif dibandingkan metode pengujian acak biasa. Keunggulan model ini meningkat saat para peneliti memasukkan data hasil tes nyata ke dalam AI sehingga kemampuannya dalam memprediksi senyawa yang sesuai menjadi dua kali lipat lebih baik dari versi awal. Ini menunjukkan potensi belajar berkelanjutan dari model tersebut. Dengan teknologi seperti DrugReflector, penemuan obat bisa dilakukan lebih cepat, lebih murah, dan lebih tepat sasaran. Ini menjadi terobosan penting yang dapat membawa revolusi dalam industri farmasi dan mempercepat akses pasien ke terapi baru.

Analisis Ahli

Hongkui Deng
Metode AI ini merupakan cetak biru yang kuat untuk masa depan penemuan obat, karena mampu belajar dan beradaptasi dari eksperimen sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi secara signifikan.