AlphaGenome: AI Baru Bantu Memahami Genom Gelap dan Penyakit Kanker
Teknologi
Kecerdasan Buatan
25 Jun 2025
134 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
AlphaGenome adalah model AI yang inovatif dalam mempelajari sekuens non-koding genom.
Model ini dapat membuat ribuan prediksi tentang berbagai properti biologis dari sekuens DNA.
Prediksi yang akurat terhadap mutasi dapat membantu dalam memahami penyakit seperti leukemia.
Setelah bertahun-tahun sejak penemuan genom manusia, masih ada bagian besar yang sulit dipahami karena bukan bagian pengkode protein tapi memengaruhi aktivitas gen. Ini seperti misteri dalam genetika yang memengaruhi kesehatan dan berbagai penyakit.
Sebuah perusahaan teknologi bernama Google DeepMind di London telah membuat terobosan dengan mengembangkan sebuah model AI canggih bernama AlphaGenome. Model ini dapat mempelajari dan memprediksi fungsi urutan DNA non-kode dengan cara yang belum pernah dicapai sebelumnya.
AlphaGenome unik karena bisa menganalisis hingga satu juta huruf DNA sekaligus dan memprediksi ribuan sifat biologis, bahkan mampu mendeteksi efek mutasi DNA pada level sangat detail. Ini memudahkan peneliti memahami bagaimana gen dan regulasi gen bekerja.
Para ahli menyambut model ini sebagai lompatan besar di bidang biologis dan ilmu komputer. Misalnya, AlphaGenome berhasil memprediksi bagaimana mutasi non-kode dapat mengaktifkan gen penyebab leukemia, hal yang sulit dipahami dengan teknologi sebelumnya.
Walaupun masih ada batasan, model ini menunjukan bahwa AI dapat menjadi alat penting dalam genetika, membantu peneliti mengungkap fungsi gen dan potensi pengobatan berbagai penyakit termasuk kanker.


