Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Siber Jaguar Land Rover Rugikan Ekonomi Inggris 1,9 Miliar Pound

Teknologi
Keamanan Siber
Reuters Reuters
22 Okt 2025
77 dibaca
2 menit
Serangan Siber Jaguar Land Rover Rugikan Ekonomi Inggris 1,9 Miliar Pound

Rangkuman 15 Detik

Serangan siber pada Jaguar Land Rover mengakibatkan kerugian besar bagi ekonomi Inggris.
Pemerintah Inggris memberikan dukungan finansial untuk membantu perusahaan yang terdampak.
Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan siber bagi perusahaan besar.
Jaguar Land Rover, perusahaan otomotif terkemuka Inggris milik Tata Motors India, mengalami serangan siber serius pada bulan Agustus yang mengakibatkan penutupan produksi hampir selama enam minggu. Serangan ini menyebabkan gangguan besar dalam rantai pasokan dan produksi mobil mereka yang memiliki tiga pabrik di Inggris. Menurut laporan Cyber Monitoring Centre, insiden ini menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 1,9 miliar pound atau sekitar 2,55 miliar dolar AS terhadap ekonomi Inggris. Lebih dari 5.000 organisasi terdampak akibat gangguan produksi dan distribusi kendaraan dari JLR. Selama masa penutupan, JLR kehilangan sekitar 50 juta pound setiap minggunya karena tidak dapat memproduksi mobil. Pemerintah Inggris turut memberikan jaminan pinjaman sebesar 1,5 miliar pound untuk membantu perusahaan dan pemasoknya agar dapat mengatasi dampak gangguan tersebut. Cyber Monitoring Centre, yang terdiri dari spesialis industri dan mantan kepala National Cyber Security Centre Inggris, mengkategorikan insiden ini sebagai kejadian sistemik tingkat tiga dari lima tingkat bahaya. Insiden ini merupakan serangan siber paling merusak dalam sisi ekonomi yang pernah dialami Inggris hingga saat ini. Seiring dengan dibukanya kembali pabrik JLR, risiko kerugian masih mungkin bertambah jika pemulihan produksi dan rantai pasokan tidak berjalan lancar. Kejadian ini juga menjadi peringatan penting untuk memperkuat keamanan siber di sektor manufaktur vital seperti otomotif.

Analisis Ahli

Chris Inglis (Mantan Wakil Direktur NSA dan penasihat keamanan siber nasional AS)
Insiden ini menegaskan perlunya kolaborasi erat antara sektor swasta dan pemerintah dalam memperkuat pertahanan siber, khususnya di sektor-sektor kritikal seperti manufaktur otomotif yang memengaruhi ekosistem ekonomi yang luas.