Perdebatan Sengit Tokenized Gold: Emas Nyata atau Hanya Janji Berisiko?
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Okt 2025
239 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Diskusi tentang emas tokenisasi menunjukkan perpecahan pandangan di antara para ahli.
Risiko kustodian menjadi perhatian penting dalam investasi emas tokenisasi.
Meskipun ada skeptisisme, pasar untuk aset tokenisasi terus berkembang.
Harga emas yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir telah menarik perhatian baru pada konsep tokenisasi emas. Tokokenisasi emas adalah proses mengubah emas fisik menjadi token digital yang bisa diperdagangkan di blockchain. Namun, ide ini menimbulkan perdebatan antara mereka yang melihatnya sebagai kemajuan teknologi dan yang meragukan keasliannya.
Ekonom Peter Schiff, yang dikenal sebagai pengkritik Bitcoin, baru-baru ini mengumumkan peluncuran Tgold, token emas tokenisasi melalui platform blockchain dan neobank yang sedang dibangunnya. Schiff memprediksi tokenisasi emas akan mengambil pangsa pasar Bitcoin di masa depan karena dianggap sebagai aset nyata yang bisa memberikan nilai tambah lewat likuiditas dan portabilitas.
Namun, pendiri Binance, Changpeng Zhao, dengan tegas mengkritik konsep tokenized gold. Dia menekankan bahwa token ini bukanlah emas yang sebenarnya di blockchain, melainkan janji yang bergantung pada pihak ketiga yang dipercaya untuk menyimpan dan mengelola emas tersebut, sehingga menimbulkan risiko yang cukup besar jika terjadi perubahan manajemen atau krisis.
Analis keuangan Shanaka Anslem Perera juga menyatakan ketidakpercayaannya terhadap tokenized gold karena risiko penyimpanan dan pengelolaan pihak ketiga yang berpotensi merugikan investor. Ia memberikan contoh sejarah seperti penyitaan emas tahun 1933 dan kegagalan pengiriman emas LBMA tahun 2023 untuk memperkuat argumennya tentang risiko kustodian.
Meski begitu, pasar tokenized gold terus berkembang dan dipimpin oleh produk seperti Tether Gold dan PAX Gold yang memiliki kapitalisasi miliaran dolar. Bitwise Investments optimis bahwa tokenisasi aset dunia nyata akan menjadi cerita utama dalam dunia kripto, memberi likuiditas global serta waktu perdagangan 24/7, berbeda dengan masa lalu yang didominasi oleh Bitcoin saja.
Analisis Ahli
Peter Schiff
Tokenisasi aset nyata seperti emas memberikan nilai tambah karena meningkatkan likuiditas dan portabilitas, berbeda dengan kripto yang tidak berbasis aset nyata.Changpeng Zhao
Tokenized gold adalah janji pihak ketiga yang mengandung risiko besar, terutama jika manajemen pihak ketiga berubah atau terjadi krisis besar.Shanaka Anslem Perera
Tokenized gold adalah produk abad ke-20 yang dibalut teknologi abad ke-21, membawa risiko kustodian yang besar seperti sejarah penyitaan emas dan kegagalan pengiriman LBMA.