Perdebatan Token Emas: Benarkah Sudah On-Chain atau Hanya Simulasi?
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Okt 2025
173 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Debat tentang tokenisasi emas mengungkapkan ketidakpastian mengenai sejauh mana aset ini dapat dianggap 'on-chain'.
Kritik CZ terhadap tokenisasi emas menyoroti pentingnya transparansi dan kepercayaan dalam sistem keuangan digital.
Pasar tokenisasi emas menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan minat yang meningkat di kalangan investor baik ritel maupun institusi.
Belakangan ini ramai diskusi di dunia kripto terkait tokenisasi emas. Peter Schiff, seorang pendukung emas, mengumumkan rencana meluncurkan platform token emas yang memungkinkan orang membeli, menyimpan, dan mentransfer kepemilikan emas secara digital. Ia menilai token emas sebagai aset digital yang stabil karena nilainya terkait langsung dengan emas fisik yang dapat ditebus kapan saja.
Namun, Changpeng Zhao atau CZ dari Binance memberikan kritik keras. Ia mengatakan bahwa tokenisasi emas bukan benar-benar on-chain karena emas fisik tetap disimpan di luar blockchain oleh pihak ketiga. Dengan kata lain, pengguna harus mempercayai bahwa custodian menyimpan emas sesuai jumlah token yang dimiliki, sehingga ini masih bergantung pada kepercayaan pihak ketiga.
Meski demikian, pasar token emas terus berkembang pesat. Kapitalisasi pasar gabungan token emas seperti Tether Gold dan PAX Gold kini lebih dari 3,75 miliar dolar AS. Volume perdagangan harian juga melonjak hingga 640 juta dolar AS, terutama dipicu rasa takut investor terhadap ketidakpastian ekonomi di Amerika Serikat dan dunia.
Data juga menunjukkan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) makin meluas di blockchain dengan total nilai lebih dari 34 miliar dolar AS. Komoditas, terutama emas, menjadi sektor yang paling berkembang dengan peningkatan lebih dari 36% dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan minat kuat dari investor ritel dan institusi yang ingin menjembatani dunia aset tradisional ke ranah digital.
Meskipun token emas memudahkan kepemilikan dan transfer digital, isu sentralnya adalah kepercayaan kepada pihak ketiga sebagai pemegang emas fisik. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana token emas benar-benar desentralisasi. Perdebatan ini akan berlanjut seiring dengan perkembangan teknologi dan peraturan yang dapat memengaruhi masa depan tokenisasi aset nyata.
Analisis Ahli
Peter Schiff
Token emas memungkinkan stabilitas digital karena bisa digunakan sebagai alat tukar yang terikat pada nilai fisik emas yang sudah terbukti.Changpeng CZ Zhao
Token emas hanyalah simulasi on-chain yang masih membutuhkan kepercayaan penuh pada pihak ketiga, sehingga belum benar-benar desentralisasi.Mike Novogratz
Tokenisasi komoditas seperti emas adalah jembatan penting antara dunia aset tradisional dan digital, mendorong adopsi institusional.