CZ Kritik Token Emas: Risiko Besar Buat Token Emas Sulit Populer
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Okt 2025
254 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Changpeng Zhao menyebut token emas ter-tokenisasi sebagai investasi berbasis kepercayaan.
Peter Schiff berencana untuk meluncurkan token emas sebagai alternatif terhadap stablecoin yang didukung dolar.
Risiko kustodi dan regulasi yang tidak jelas menjadi kendala utama bagi adopsi token emas ter-tokenisasi.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao, mengkritik tajam proyek token emas yang sedang naik daun, menyebutnya sebagai token yang terlalu mengandalkan kepercayaan kepada pihak ketiga. Ia berpendapat bahwa konsep token emas tidak benar-benar 'on-chain' karena barang fisik tetap disimpan oleh pihak ketiga yang membawa risiko tersendiri.
Peter Schiff, seorang pendukung emas dan kritikus Bitcoin, justru berencana meluncurkan token emasnya sendiri. Ia merasa stablecoin yang berbasis dolar tidak ideal dan token emas bisa menjadi alternatif yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi saat nilai pasar emas melonjak mencapai 30 triliun dolar.
Meskipun pasar token emas tumbuh hampir mencapai 3 miliar dolar, nilai tersebut masih sangat kecil dibandingkan pasar stablecoin yang sudah lebih dari 260 miliar dolar dan didominasi oleh token seperti USDT. Hal ini menunjukkan token emas masih belum mendapat penerimaan luas di komunitas investor digital.
Salah satu kendala utama adalah risiko kustodian, di mana pemegang token harus mempercayai pihak lain yang mengelola emas fisik. Selain itu, regulasi yang belum jelas dan tantangan dalam penyimpanan dan penukaran fisik emas membuat token emas belum bisa mendominasi pasar digital.
Menurut analis Valdrin Tahiri, kurangnya produk unggulan dan likuiditas yang rendah membuat token emas sulit bersaing dengan stablecoin. Beberapa bursa seperti Bybit dan Kraken mencoba menawarkan produk token emas, namun pasar ini masih terlalu terfragmentasi dan belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Analisis Ahli
Valdrin Tahiri
Tokenized gold belum sukses karena keterbatasan aksesibilitas dan kurangnya produk dominan seperti pada stablecoin, serta masalah likuiditas yang menyebabkan slippage dalam perdagangan.