TLDR
Pentingnya memilih bursa yang memiliki desain sistem yang tahan banting. Trader harus memahami mekanisme kolateral dan likuidasi sebelum berinvestasi. Transparansi dan konsistensi lebih penting daripada hanya sekadar transparansi dalam memilih platform perdagangan. Pada tanggal 10 hingga 11 Oktober 2025, pasar kripto mengalami penurunan besar yang menyebabkan likuidasi senilai lebih dari 19 miliar dolar dalam 24 jam. Banyak trader dan bursa besar terkena dampaknya, namun BitMEX berhasil tetap stabil dengan likuidasi yang sangat kecil dan sistem yang tetap dapat diakses oleh para penggunanya.Keberhasilan BitMEX selama krisis ini berkat desain sistem mereka yang fokus pada kestabilan, termasuk penggunaan margin aset multi-agresif yang membatasi jenis kolateral yang digunakan agar hanya yang likuid dan dengan haircut rendah yang diterima. Sistem ini membuat likuidasi terjadi lebih lambat dan lebih terkontrol.BitMEX juga menerapkan model Fair Price Marking yang menggunakan indeks komposit dari 16 bursa utama, sehingga mencegah likuidasi yang tidak adil akibat gangguan harga di bursa tunggal. Selain itu, dana asuransi mereka tetap utuh meskipun ada kerugian sekitar 2 juta dolar dan dana tersebut tidak pernah digunakan untuk mendukung yield atau pinjaman.Mekanisme Auto-Deleveraging secara selektif hanya diaktifkan untuk kontrak dengan likuiditas rendah dan perilaku yang mencurigakan, sehingga melindungi dana asuransi dan menjaga agar likuidasi tidak berlebihan. Tim BitMEX juga ikut memverifikasi data dalam kondisi pasar sangat volatile untuk memastikan keandalan sistem.Stephan Lutz, CEO BitMEX, menegaskan bahwa krisis ini bukan akibat kegagalan sistem, melainkan risiko yang diambil oleh individu. Ia menekankan pentingnya edukasi dan memilih bursa dengan transparansi dan operasi berbasis aturan. Ia juga berpendapat bahwa regulasi baru kurang dibutuhkan dibandingkan penerapan aturan yang sudah ada dengan lebih baik.