AI summary
Kapal Sichuan adalah inovasi terbaru dalam armada laut Tiongkok. Sistem EMALS memberikan fleksibilitas operasional dalam peluncuran pesawat. Pengujian ini menandakan kemajuan Tiongkok dalam teknologi militer dan perang drone. China sedang menguji coba sistem peluncur pesawat elektromagnetik (EMALS) pada kapal serbu amfibi terbaru mereka, Type 076 Sichuan, di galangan kapal Hudong-Zhonghua, Shanghai. Ini merupakan kemajuan teknologi penting yang menunjukkan kesiapan kapal tersebut untuk operasi laut dan kemampuan peluncuran pesawat tanpa awak maupun berawak.Sichuan adalah kapal amfibi dengan dek penerbangan lengkap yang dilengkapi satu catapult EMALS. Sistem ini memungkinkan peluncuran lebih cepat dan efisien dibandingkan katapel uap tradisional, sekaligus memungkinkan lepas landas pesawat dengan bobot ringan hingga berat, termasuk drone tempur dan jet tempur.Pengujian melibatkan 'sled test', yaitu kereta logam berbobot yang diluncurkan untuk mengukur performa dan daya tahan sistem tanpa risiko kerusakan pesawat asli. Larangan masuk di area pengujian menunjukkan aktivitas intensif dalam tahap penyesuaian sistem baru ini.China menyebut Sichuan sebagai ‘drone carrier’ karena perannya dalam mengoperasikan pesawat tanpa awak seperti drone tempur GJ-11. Namun, kapal ini juga dapat mengoperasikan pesawat berawak, yang membuatnya menjadi kapal pemukul amfibi dan kemungkinan carrier ringan sekaligus.Jika pengujian berhasil, Sichuan menjadi kapal jenis pertama di dunia yang mengaplikasikan EMALS pada kapal amfibi dan memperkuat posisi China dalam perlombaan teknologi kapal induk serta pengembangan strategi peperangan berbasis drone.
Kemajuan Type 076 Sichuan dalam mengadopsi EMALS menegaskan bahwa China tidak hanya mengikuti tapi juga berupaya bersaing secara langsung dengan teknologi kapal induk Amerika Serikat. Ini menunjukkan ambisi China untuk tidak hanya memperluas kapasitas amfibi tapi juga mendobrak batas kemampuan operasional pesawat tak berawak di laut lepas.