Harga Emas Stabil Setelah Penurunan Tajam, Bitcoin Jadi Pilihan Baru Investor
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
23 Okt 2025
56 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga emas mengalami penurunan tajam setelah lonjakan besar, tetapi tetap stabil.
Permintaan untuk emas diperkirakan akan terus meningkat meskipun ada volatilitas.
Hubungan antara emas dan Bitcoin menunjukkan bahwa pergerakan harga satu dapat mempengaruhi yang lain.
Harga emas mengalami stabilisasi setelah penurunan tajam sebesar 5,5% yang merupakan yang terbesar dalam lebih dari 12 tahun. Penurunan ini terjadi setelah reli kuat harga emas yang telah naik hingga 65% tahun ini, didorong oleh permintaan tinggi dari bank sentral dan investor yang mencari aset aman sebagai lindung nilai terhadap nilai mata uang fiat yang melemah.
Meskipun terjadi penurunan, harga emas masih berada di sekitar 4,120 dolar AS per troy ons dan para analis menilai bahwa harga emas akan tetap didukung oleh berbagai faktor seperti kebijakan suku bunga, inflasi yang masih tinggi, dan ketidakpastian politik global yang terus berlanjut.
Menurut UBS dan analis Ulrike Hoffmann-Burchardi, pengurangan suku bunga oleh Federal Reserve yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan serta kemungkinan suku bunga riil AS yang turun di bawah nol akan membuat dolar AS kurang menarik dan menambah permintaan emas.
Selain emas, aset digital seperti bitcoin juga menunjukkan pergerakan yang menarik. Strategi Fundstrat, Sean Farrell, mencermati bahwa bitcoin mengalami rebound signifikan setelah emas mulai beristirahat dari rally kuatnya. Pola historis menunjukkan bahwa bitcoin sering mengikuti pergerakan emas dengan jeda waktu tertentu.
Bitcoin berhasil naik sekitar 15% tahun ini dan kekuatan rotasi dari emas ke bitcoin ini bisa menjadi sinyal awal bagi investor untuk mencari peluang diversifikasi portofolio antara aset logam mulia dan aset digital, terutama di tengah gejolak ekonomi dan politik yang masih tinggi.
Analisis Ahli
Ulrike Hoffmann-Burchardi
Emas akan tetap didukung oleh faktor makroekonomi dan politik serta potensi suku bunga riil negatif yang membuat dolar AS kurang menarik.Sean Farrell
Bitcoin cenderung mengikuti pergerakan emas dengan pola lead-lag, menunjukkan adanya rotasi investasi yang bisa menguntungkan pasar kripto.