Analisis Harga Bitcoin Turun: Apakah Rp 1.84 juta ($110.000) Jadi Titik Balik 2025?
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Okt 2025
263 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Penurunan harga Bitcoin mungkin hanya sementara dan bisa diikuti oleh pemulihan.
Akumulasi oleh pemegang kecil dapat menjadi sinyal positif bagi pasar ke depan.
Pergerakan miner dan tekanan penjualan saat ini mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Pasar cryptocurrency mengalami penurunan tajam baru-baru ini, dengan harga Bitcoin turun ke sekitar 107.500 USD setelah sebelumnya di atas 110.000 USD. Penurunan ini terjadi karena sejumlah besar Bitcoin yang ditransfer oleh para penambang ke bursa, menandakan adanya tekanan jual yang meningkat.
Situasi ini kebalikan dari beberapa minggu sebelumnya, ketika para penambang justru menambah simpanan mereka walau biaya dan kesulitan jaringan meningkat akibat halving yang terjadi pada bulan April. Namun, biaya transaksi yang turun dan kesulitan jaringan yang naik membuat pendapatan penambang berkurang sehingga mereka terdorong menjual lebih banyak Bitcoin.
Mayoritas altcoin utama juga mengalami penurunan harga di kisaran 0,9% hingga 5,3%. investor institusional mulai menarik dana dari dana yang diperdagangkan di bursa, sementara trader opsi melakukan spekulasi besar bahwa harga Bitcoin bisa kembali naik ke atas 130.000 USD sebelum akhir tahun ini.
Analis membandingkan situasi pasar saat ini dengan penurunan besar yang terjadi pada awal pandemi Covid-19 di tahun 2020. Pola grafik menunjukan kemungkinan terbentuknya pola dasar atau bottom yang mirip, dimana volume jual besar diikuti oleh akumulasi oleh pemegang kecil yang mulai menambah kepemilikan mereka.
Sementara para pemegang Bitcoin besar mulai mengurangi kepemilikan, akumulasi oleh investor ritel dan kelas menengah menunjukkan kepercayaan pasar yang mulai kembali. Para analis memperkirakan pasar akan tetap volatil, tetapi potensi pemulihan dan stabilisasi harga sangat mungkin terjadi di kuartal terakhir tahun 2025.
Analisis Ahli
Daan Crypto
Kondisi pasar secara makro masih mendukung stabilitas harga Bitcoin dengan likuiditas yang kuat dari pasar saham dan emas yang tinggi.TedPillows
Polanya serupa dengan crash 'Covid 2020' yang diikuti oleh rebound cepat dan tren naik jangka panjang, mengindikasikan potensi pembentukan dasar harga baru.CryptoQuant
Penurunan sebesar 19 miliar USD adalah 'leverage flush' yang menandakan reset pasar, bukan awal dari penurunan panjang.