Penemuan Gel Logam Pertama yang Tahan Panas Bisa Ubah Cara Penyimpanan Energi
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
23 Okt 2025
93 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan gel logam adalah terobosan yang dapat mengubah cara energi disimpan dan digunakan.
Gel logam dapat membantu mengatasi masalah dalam baterai logam cair yang mengalami pemindahan cairan saat bergerak.
Struktur gel logam dapat diterapkan dalam berbagai teknologi, termasuk kendaraan hipersonik yang beroperasi pada suhu tinggi.
Logam telah lama digunakan sebagai bahan utama dalam teknologi karena kekuatan dan kemampuannya menghantarkan listrik. Namun, menciptakan gel dari logam adalah sesuatu yang belum pernah berhasil hingga sekarang. Peneliti dari Texas A&M University menemukan cara menggabungkan dua jenis logam sehingga satu mencair dan yang lain tetap padat membentuk kerangka yang menahan logam cair di dalamnya. Ini menciptakan material baru bernama gel logam yang bisa bertahan pada suhu sangat tinggi.
Berbeda dengan gel biasa yang menggunakan bahan organik, gel logam terbuat sepenuhnya dari logam. Proses pembuatannya melibatkan pemanasan campuran dua logam dengan komposisi tertentu sampai salah satunya mencair sementara yang lain tetap padat. Kerangka logam padat ini seperti tulang dalam gel yang menahan logam cair agar tidak runtuh atau mengalir seperti cairan biasa.
Penemuan ini bisa menjadi solusi untuk masalah dalam baterai logam cair (LMB) yang selama ini rentan terhadap short circuit ketika cairan di dalamnya bergerak. Dengan menggunakan gel logam, cairan logam dalam baterai ini dapat ditahan di tempatnya, memungkinkan baterai dipasang pada kendaraan atau mesin industri besar yang bergerak dan menghadapi suhu tinggi tanpa risiko kerusakan akibat perpindahan cairan.
Para peneliti juga melakukan eksperimen menggunakan gel logam dalam prototipe baterai dengan elektroda berbentuk kubus yang terbuat dari campuran logam cair dan padat. Hasilnya, prototipe ini berhasil menghasilkan listrik dan mempertahankan bentuknya meskipun hampir seluruhnya berbentuk cairan. Ini membuktikan bahwa gel logam bisa diaplikasikan dalam sistem nyata dan tidak hanya teori.
Awalnya, tim researcher ini tidak berniat membuat gel logam tetapi hanya mengeksplorasi perilaku komposit logam saat dipanaskan. Penemuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan baterai logam cair yang lebih aman dan tahan lama, serta aplikasi teknologi lain seperti kendaraan hipersonik yang beroperasi dalam suhu sangat tinggi.
Analisis Ahli
Dr. Michael J. Demkowicz
Gel logam ini membuka pintu bagi material baru yang sebelumnya dianggap tidak mungkin bertahan sebagai gel, terutama dalam kondisi suhu tinggi dan penggunaan energi.

