AI Temukan Bahan Baru untuk Baterai Masa Depan Gantikan Lithium
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
01 Agt 2025
60 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Baterai multivalen dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan dan efisien dibandingkan baterai lithium-ion.
AI generatif dapat mempercepat penemuan material baru dalam berbagai bidang teknologi.
Menemukan struktur kristal baru yang memungkinkan pergerakan ion multivalen yang lebih cepat adalah terobosan penting dalam pengembangan baterai.
Baterai lithium-ion telah mengubah dunia dengan mendukung perangkat seperti smartphone dan kendaraan listrik. Namun, lithium mulai sulit didapat dan mahal, sehingga para ilmuwan mencari alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Elemen multivalen seperti magnesium dan aluminium memiliki kemampuan membawa muatan listrik yang lebih banyak dibanding lithium, namun ionnya lebih besar dan sulit bergerak di dalam material baterai biasa.
Tim dari New Jersey Institute of Technology menggunakan kecerdasan buatan untuk menyaring dan menemukan material baru yang dapat memudahkan pergerakan ion multivalen, mempercepat proses penemuan yang sebelumnya sangat lambat jika dilakukan eksperimen manual.
Mereka menciptakan sebuah sistem AI bernama Crystal Diffusion Variational Autoencoder dan menggabungkannya dengan model bahasa besar untuk memilih material yang stabil secara termodinamika dan berpotensi bisa dibuat di dunia nyata.
Penemuan ini membuka jalan untuk baterai generasi baru yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta memperlihatkan cara baru mengeksplorasi material canggih untuk berbagai teknologi maju secara cepat dan sistematis.
Analisis Ahli
John Goodenough
Penggunaan AI untuk desain material baterai adalah langkah penting setelah bertahun-tahun fokus pada lithium, membuka peluang untuk mempercepat penemuan baterai berkapasitas lebih besar dan tahan lama.Yet-Ming Chiang
Integrasi metode AI dalam riset material dapat mempercepat perkembangan baterai masa depan sekaligus mengurangi ketergantungan pada logam langka seperti lithium dan kobalt.


