China Uji Terbang Pesawat Tempur Tanpa Awak Stealth GJ-X Seukuran B-21 Raider
Teknologi
Robotika
22 Okt 2025
282 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
GJ-X menandai kemajuan besar dalam kemampuan UAV China.
Pengembangan H-20 dan GJ-X menunjukkan komitmen China untuk mengejar keunggulan dalam teknologi militer.
Kemunculan GJ-X dapat mempercepat pengujian teknologi untuk sistem jarak jauh yang tidak berawak.
China baru saja memperlihatkan pesawat tanpa awak (UAV) besar bermodel stealth yang disebut GJ-X. Pesawat ini pertama kali terlihat terbang secara resmi pada Oktober, menandai langkah maju penting dalam pengembangan senjata udara China. Dengan desain menyerupai pesawat siluman B-21 Raider milik Amerika Serikat, GJ-X memiliki sayap lebar sekitar 42 meter, yang membuatnya seukuran dengan pembom generasi terbaru AS.
Video yang beredar di media sosial China dan gambar satelit menunjukkan GJ-X berada di Malan Airbase di Xinjiang. Para analis militer terkejut karena pesawat ini menggunakan konfigurasi sayap terbang yang dirancang untuk menghindari radar dan dapat bertahan dalam misi jarak jauh. Fitur lain seperti 'split rudders' juga mirip dengan pesawat siluman B-2 Spirit Amerika, menandakan China menggunakan teknologi stealth terbaru.
Meski belum jelas apa peran pastinya, banyak yang menduga GJ-X bisa menjadi drone pembom strategis tanpa awak pertama China, membawa misi kinetik berbahaya tanpa risiko bagi pilot manusia. Model ini mungkin menjadi langkah paralel dengan pengembangan pesawat siluman H-20 yang akan datang, yang sudah diumumkan pemerintah China sejak 2016 tapi diperkirakan baru siap pada 2030-an.
Selain GJ-X, China tengah memperluas armada drone revolusioner lainnya seperti CH-7 dan berbagai jenis UAV yang tampil pada parade militer terbaru. Drone-drone ini dirancang untuk misi pengintaian, serangan terselubung, hingga membantu pilot dalam fungsi tempur otomatis. Integrasi teknologi kecerdasan buatan dan otonomi menjadikan strategi militer udara China semakin modern dan efisien.
Secara keseluruhan, munculnya GJ-X ini menjadi tanda jelas bahwa China tengah mengejar ketertinggalan teknologi stealth dan UAV dengan serius. Jika program ini berhasil, maka China akan memiliki armada pembom tanpa awak pengendali jarak jauh yang mampu menyaingi kekuatan militer Amerika Serikat di masa depan.
Analisis Ahli
Chen Xi
Menyebut GJ-X sebagai 'medium-range strategic bomber' yang sekelas dengan B-21, menegaskan kemampuan strategis drone ini meski belum ada konfirmasi resmi mengenai perannya.Lieutenant General Wang Wei
Menekankan bahwa H-20 akan segera diumumkan, tapi perkembangan UAV seperti GJ-X menjadi alternatif yang bisa mempercepat kemampuan long-range strike China.

