China Siap Uji Jiu Tian, Drone Carrier Raksasa untuk Perang Tanpa Awak
Teknologi
Robotika
19 Mei 2025
138 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Jiu Tian adalah inovasi signifikan dalam kemampuan perang tanpa awak China.
Drone ini dirancang untuk mendukung taktik swarming dan dapat membawa berbagai munitions.
Pengembangan Jiu Tian mencerminkan strategi China untuk meningkatkan keunggulan militer di kawasan.
China sedang bersiap meluncurkan drone carrier terbesar di dunia bernama Jiu Tian atau 'Langit Tinggi' yang dapat membawa hingga 100 drone kecil dan munisi loitering secara bersamaan. UAV besar ini akan diuji coba pada akhir Juni dan diharapkan memperkuat kemampuan militer China terutama dalam perang tanpa awak.
Jiu Tian memiliki jangkauan terbang hingga 7.000 kilometer dan mampu terbang pada ketinggian 15.000 meter, lebih tinggi dari UAV MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat. Ini memungkinkan drone carrier ini untuk mengoperasikan serangan dan pengintaian di wilayah udara yang sulit dijangkau tanpa risiko.
Kemampuan utama Jiu Tian adalah mendukung taktik swarming, yaitu penggunaan banyak drone yang terhubung secara jaringan untuk mengelabui dan menembus sistem pertahanan musuh. Selain itu, UAV ini juga dapat dipasang perlengkapan untuk operasi perang elektronik dan pengawasan intelijen.
Drone ini dikembangkan oleh perusahaan Shaanxi Unmanned Equipment Technology dan diproduksi oleh anak usaha milik negara yang berafiliasi dengan Guangzhou Haige Communications Group. Desain aerodinamis dan fungsi UAV dikerjakan oleh korporasi besar China yaitu AVIC.
Selain fungsi tempur, Jiu Tian juga dirancang untuk digunakan dalam misi kemanusiaan seperti pemantauan sumber daya, patroli maritim, dan tanggap darurat, yang mendukung strategi China untuk memperluas teknologi dual-use dan memperkuat kesiapsiagaan multi-domain.
Analisis Ahli
Michael Horowitz (ahli keamanan dan teknologi militer)
Penempatan drone dengan kemampuan swarming seperti Jiu Tian menunjukkan evolusi signifikan dalam peperangan modern dan meningkatkan risiko negosiasi militer yang lebih cepat dan kompleks.Liang Fang (peneliti teknologi pertahanan China)
Jiu Tian adalah demonstrasi nyata dari integrasi teknologi AI dan UAV untuk operasi tempur multi-peran yang akan mengubah paradigma UAV di masa depan.


