China Luncurkan Drone Tempur Stealth Pertama yang Diluncurkan dari Kapal
Teknologi
Kecerdasan Buatan
22 Sep 2025
10 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China telah mengembangkan drone tempur GJ-11 yang merupakan inovasi dalam teknologi militer.
Drone ini memiliki kemampuan stealth yang tinggi dan dapat melakukan misi pengintaian serta serangan.
Penggunaan drone GJ-11 dapat mempengaruhi dinamika geopolitik di kawasan Asia.
China baru-baru ini memperkenalkan sebuah drone tempur canggih bernama GJ-11 Sharp Sword yang dapat diluncurkan langsung dari kapal perang. Drone ini dirancang khusus agar bisa beroperasi dalam bentuk stealth atau sulit terdeteksi radar, sehingga membuka babak baru dalam cara perang yang lebih modern dan otomatis.
Drone ini dikembangkan oleh Hongdu Aviation Industry Group dan merupakan hasil evolusi dari proyek Sharp Sword yang dilakukan Shenyang Aircraft Corporation. Dengan sayap terbang yang lebar dan panjang sekitar 14 meter, drone ini dilengkapi teknologi pelapis radar khusus dan desain mesin yang membuatnya lebih sulit dideteksi oleh musuh.
GJ-11 juga punya kemampuan mengangkut muatan berat hingga 2.000 kilogram dan bisa terbang dengan kecepatan tinggi mencapai lebih dari 1.100 kilometer per jam. Selain bisa menyerang, drone ini juga bisa melakukan misi pengintaian dengan membawa berbagai sensor canggih.
Uniknya, drone ini bisa bertugas sebagai 'loyal wingman' yang artinya ia bisa terbang di samping jet tempur berawak seperti J-20. Ia dapat bekerja secara otomatis, menjalankan misi, mengirim data secara langsung ke pusat komando, lalu kembali ke kapal tanpa perlu pengendali drone secara terus-menerus.
Dengan jangkauan tempur berkisar 1.500 kilometer, drone ini bisa melakukan operasi di kawasan strategis seperti Taiwan, Jepang, dan wilayah sekutu AS lainnya. Kini, drone tersebut sudah siap dipasang di kapal induk terbaru China, menandakan kesiapan China memperkuat kekuatan militer lautnya.
Analisis Ahli
Michael Shoebridge (ahli pertahanan Australia)
Drone stealth yang dapat diluncurkan dari kapal seperti GJ-11 menandai perubahan besar dalam strategi perang modern karena mendukung operasi tanpa awak yang lebih fleksibel dan sulit dideteksi. Ini mengindikasikan bahwa masa depan pertempuran di laut akan semakin didominasi oleh sistem otonom yang mampu berkolaborasi dengan pesawat berawak.

