Habitat Menyusut, Orang Utan Tapanuli Terancam Punah dalam Waktu Dekat
Sains
Iklim dan Lingkungan
02 Nov 2025
69 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Orangutan Tapanuli sangat terancam punah dengan hanya sekitar 800 individu yang tersisa.
Habitat mereka terus menyusut akibat aktivitas manusia seperti deforestasi dan perburuan.
Meskipun status konservasi mereka meningkat, upaya pelestarian yang dilakukan masih minim.
Orang utan Tapanuli, primata besar yang hanya ditemukan di Sumatra Utara, kini menghadapi ancaman serius karena habitat mereka yang semakin menyusut akibat aktivitas manusia. Populasi mereka saat ini diperkirakan hanya sekitar 800 ekor yang tersebar di wilayah kecil Batang Toru.
Habitat orang utan ini menyusut hingga 60% antara tahun 1985 hingga 2007 karena perubahan penggunaan lahan menjadi perkebunan dan zona industri. Ancaman lain juga datang dari deforestasi ilegal, perburuan, dan perdagangan bayi orang utan yang memperparah risiko kepunahan.
Spesies orang utan Tapanuli baru resmi diklasifikasikan sebagai spesies terpisah pada 2017 dan mendapat status 'Critically Endangered' dari IUCN, tetapi sayangnya belum diikuti dengan peningkatan besar dalam upaya konservasi yang nyata dan agresif.
Selain di Batang Toru, penelitian terbaru menunjukkan ada orang utan Tapanuli yang hidup di hutan rawa sekitar 32 kilometer dari wilayah utama mereka, yang menandai kemunculan populasi baru yang perlu perhatian lebih.
Jika upaya pelestarian tidak ditingkatkan, IUCN memperkirakan jumlah orang utan Tapanuli bisa berkurang hingga 83% dalam tiga generasi ke depan, sehingga sangat penting bagi semua pihak untuk segera mengambil tindakan nyata.
Analisis Ahli
Amanda Hurowitz
Meskipun pengakuan sebagai spesies baru, tidak ada perubahan signifikan dalam perlindungan orang utan Tapanuli, sehingga ancaman terus berlanjut tanpa solusi yang efektif.

