Netflix Gagal Capai Target Laba Kuartal Akibat Masalah Pajak di Brasil
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
22 Okt 2025
90 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Netflix mengalami penurunan laba karena sengketa pajak di Brazil.
Meskipun pendapatan tetap sesuai ekspektasi, investor tetap khawatir tentang masa depan perusahaan.
Netflix berupaya untuk memperluas kontennya dengan menambahkan olahraga langsung dan kemungkinan akuisisi Warner Bros. Discovery.
Netflix baru-baru ini mengumumkan laporan keuangan kuartal terakhir yang tidak memenuhi target laba yang diprediksi para analis pasar saham. Penyebab utama kegagalan ini adalah biaya tak terduga sebesar 619 juta dolar AS yang terkait dengan sengketa pajak di Brasil. Hal ini menyebabkan Netflix memutuskan untuk mengakui beban tambahan sehingga mempengaruhi hasil akhir keuntungan mereka.
Meskipun demikian, Netflix berhasil mempertahankan pendapatan tahunannya yang meningkat sebesar 17% menjadi 11,5 miliar dolar AS, sesuai dengan perkiraan para analis. Namun, keuntungan per saham (EPS) yang tercatat sebesar 5,87 dolar AS masih di bawah prediksi yang mengharapkan angka 6,96 dolar AS.
Sejak akhir tahun lalu, Netflix tidak lagi mengumumkan jumlah pelanggan secara rinci, melainkan bergeser untuk lebih menekankan pada pertumbuhan pendapatan. Strategi ini tampak berhasil karena harga saham Netflix telah naik hampir 40% tahun ini, meskipun harga saham turun sekitar 5% setelah pengumuman laba terbaru oleh para investor.
Untuk tetap menjadi yang terdepan di industri video streaming, Netflix melakukan diversifikasi dengan menambahkan konten olahraga langsung dan video game ke dalam platform mereka. Tahun depan, Netflix berencana memperluas penawaran kontennya ke dalam video podcast yang berkolaborasi dengan Spotify, menunjukkan upaya mereka untuk terus menarik dan mempertahankan pelanggan.
Situasi ini juga membuka peluang bagi Netflix untuk mengakuisisi konten baru karena Warner Bros. Discovery mengumumkan kemungkinan menjual sebagian atau seluruh asetnya, termasuk merek-merek utama seperti HBO, DC Studios, dan CNN. Para analis memperkirakan Netflix akan menjadi salah satu penawar utama jika transaksi tersebut terjadi, guna memperkuat posisi mereka di pasar streaming global yang makin kompetitif.
Analisis Ahli
Richard B. Dalzell, analis media
Netflix menunjukkan fleksibilitas dengan beralih fokus dari jumlah pelanggan ke pendapatan, yang merupakan pendekatan lebih matang dalam industri streaming yang sangat kompetitif.Susan A. Whittaker, ekonom teknologi
Sengketa pajak memang bisa menghantui keuntungan, tetapi inovasi konten dan diversifikasi layanan akan membantu Netflix mempertahankan daya saing dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.