Serval Gunakan AI Agenik untuk Otomatisasi Manajemen TI Aman dan Efisien
Teknologi
Kecerdasan Buatan
21 Okt 2025
259 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pendekatan Serval dalam memisahkan fungsi agen meningkatkan keamanan dalam penggunaan AI.
Perusahaan besar cenderung lebih memilih solusi yang memberikan kontrol dan pengawasan terhadap sistem AI.
Pendanaan dari investor terkemuka menunjukkan kepercayaan pada model bisnis dan teknologi yang ditawarkan oleh Serval.
Serval adalah perusahaan AI yang baru saja mengumumkan pendanaan sebesar 47 juta dolar Amerika dalam putaran Seri A yang dipimpin oleh Redpoint Ventures. Selain dukungan pendanaan dari firma besar seperti First Round, General Catalyst, dan Box Group, Serval juga bangga dengan daftar pelanggan mereka yang meliputi perusahaan AI besar seperti Perplexity, Mercor, dan Together AI. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki pelanggan yang kuat selain investor yang besar.
Fokus utama Serval adalah menggunakan model AI agentik untuk mengotomatisasi layanan IT. Mereka menggunakan dua agen AI yang berbeda, satu bertugas membuat otomatisasi internal dan satu lagi sebagai agen layanan help desk yang menjalankan otomatisasi tersebut berdasarkan aturan yang telah ditetapkan oleh manajer IT. Pendekatan ini memungkinkan penggunaan AI yang cerdas tanpa risiko berlebihan.
CEO Serval, Jake Stauch, menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah memudahkan pembuatan otomatisasi dengan cara yang hemat biaya dan efisien. Dengan membuat proses pembuatan alat otomatisasi semudah mungkin, mereka berharap perusahaan dapat mengotomatisasi lebih banyak tugas daripada mengerjakannya secara manual.
Sistem Serval dirancang untuk menghindari risiko penggunaan AI yang tidak terkendali. Misalnya, agen help desk tidak dapat langsung mengeksekusi perintah berbahaya seperti menghapus data perusahaan. Jika agen tidak memiliki alat untuk tugas tertentu, ia akan menolak permintaan tersebut dan menawarkan opsi lain yang aman. Aturan izin yang kompleks dapat diterapkan secara deterministik untuk menjaga keamanan dan integritas sistem.
Saat aturan perlu diubah, terdapat agen AI yang siap memperbarui kode otomatisasi sesuai kebutuhan, sehingga perusahaan dapat menjaga kendali penuh terhadap sistem AI. Pendekatan ini menawarkan model baru yang transparan dan dapat diandalkan untuk pengelolaan AI agentik dalam lingkungan TI perusahaan.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pendekatan ini sangat menjanjikan untuk membawa AI ke dalam operasi bisnis sehari-hari, khususnya dalam mengelola risiko dan keamanan yang selama ini menjadi hambatan utama adopsi AI di perusahaan besar.Fei-Fei Li
Menggunakan AI agentik dengan kontrol yang jelas adalah kunci untuk memastikan teknologi ini dapat diintegrasikan dengan cara yang aman dan efektif tanpa mengorbankan inovasi.