DeepSeek V3.1 Sukses Memimpin Lomba AI dalam Perdagangan Crypto Nyata
Finansial
Mata Uang Kripto
21 Okt 2025
199 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
DeepSeek V3.1 menunjukkan kinerja unggul dalam eksperimen perdagangan kripto.
Nof1 berusaha menciptakan tolok ukur investasi yang lebih realistis untuk AI.
Model AI lain seperti GPT-5 mengalami kerugian signifikan dalam eksperimen ini.
Sebuah eksperimen baru bernama Alpha Arena telah diluncurkan oleh perusahaan riset asal Amerika Serikat, Nof1, untuk menguji kemampuan kecerdasan buatan besar (LLM) dalam berdagang cryptocurrency nyata. Dalam eksperimen ini, enam model AI diberikan modal investasi sebesar Rp 167.00 juta (US$10,000) untuk diperdagangkan pada beberapa kontrak perpetual cryptocurrency.
Para model AI yang mengikuti eksperimen ini termasuk DeepSeek V3.1, OpenAI GPT-5, Alibaba Cloud Qwen 3 Max, Anthropic Claude 4.5 Sonnet, Google DeepMind Gemini 2.5 Pro, dan xAI Grok 4. Mereka diberi tantangan untuk mengelola investasi di pasar yang sangat fluktuatif di bursa kripto terdesentralisasi Hyperliquid.
Hingga saat ini, DeepSeek V3.1 berhasil menunjukkan performa terbaik dengan keuntungan mencapai 10,11 persen, sementara GPT-5 yang merupakan model dari OpenAI mengalami kerugian terbesar yang mencapai hampir 40 persen. Perbedaan performa ini menyoroti tingkat kecanggihan dan efektivitas strategi yang diterapkan oleh model-model ini.
Alpha Arena dirancang untuk menjadi tolok ukur AI yang lebih realistis dan dinamis dibandingkan dengan benchmark tradisional yang cenderung statis. Dengan menghadirkan pasar yang bersifat dinamis, kompetitif, dan sulit diprediksi, eksperimen ini memberikan tantangan nyata bagi kecerdasan buatan dalam mengelola risiko dan peluang investasi.
Eksperimen ini akan berlangsung hingga November 3, dan hasil akhirnya diharapkan bisa menjadi acuan penting dalam pengembangan teknologi AI yang mampu beradaptasi dan bersaing di dunia nyata, khususnya dalam bidang investasi dan perdagangan aset digital.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Menggunakan AI dalam perdagangan cryptocurrency merupakan langkah maju besar, tetapi penting untuk memahami bahwa risiko pasar tetap tinggi dan AI harus dilengkapi dengan manajemen risiko yang matang.Yoshua Bengio
Eksperimen ini menunjukkan bagaimana pembelajaran mesin dan pemrosesan bahasa alami dapat diintegrasikan untuk memecahkan masalah dunia nyata, terutama dalam konteks pasar yang sangat tidak pasti dan berubah-ubah.
