AI summary
Unitree Robotics meluncurkan robot humanoid H2 dengan kemampuan menari dan kickboxing. Robot H2 memiliki desain yang menyerupai wajah manusia, meningkatkan interaksi sosial. Perusahaan bertujuan untuk memimpin dalam pengembangan robotika di China, bersaing dengan perusahaan internasional seperti Boston Dynamics. Unitree Robotics dari Hangzhou baru saja memperkenalkan robot humanoid terbaru bernama Unitree H2. Robot ini berdiri setinggi 180 cm dan berat sekitar 70 kilogram, menjadikannya robot humanoid tertinggi dan paling canggih yang pernah dibuat perusahaan tersebut. H2 mampu melakukan gerakan kompleks seperti menari balet dan melakukan teknik kickboxing dengan luwes dan presisi.Dalam video promosi yang dirilis pada 20 Oktober, H2 terlihat melakukan pirouette balet dengan gerakan halus dan juga menunjukkan kemampuan meninju yang akurat. Tampilan wajah robot ini dijahit dengan desain yang menampilkan bentuk mata, bibir, dan hidung yang membuatnya tampak sangat mirip manusia, bahkan mampu mengekspresikan perasaan.Unitree H2 merupakan kelanjutan dari model sebelumnya, Unitree H1, yang terkenal saat tampil di Gala Festival Musim Semi 2024 di China dengan kemampuan lari yang mengesankan. H1 bahkan berhasil memenangkan dua medali emas pada ajang World Humanoid Robot Games 2025 di Beijing untuk lomba lari 400 meter dan 1.500 meter.Unitree Robotics yang didirikan pada 2016 sebelumnya dikenal dengan robot berkaki empat bernama XDog. Kini, perusahaan ini fokus mengembangkan robot humanoid yang tidak hanya kuat dan cepat, tapi juga estetis dan mampu meniru gerakan manusia dengan mulus, mengusung 31 derajat kebebasan dalam sentuhan mekanis dan kontrol sendi.Meskipun teknologi ini sangat canggih, CEO Wang Xingxing menyatakan bahwa adopsi massal robot ini masih belum memungkinkan karena keterbatasan teknis saat ini. Namun, perusahaan sudah menyiapkan rencana untuk melantai di bursa dengan target valuasi mencapai sekitar 7 miliar USD, memperkuat posisi China di panggung global sebagai pemimpin bidang robotika humanoid.
Unitree H2 menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya menargetkan kuantitas dalam pengembangan robot, tetapi juga kualitas dan kehalusan gerakan manusia yang luar biasa. Meski teknologi ini sangat mengesankan, tantangan utama masih terletak pada penerapan praktis dan adopsi massal yang memerlukan penyempurnaan lebih lanjut pada kestabilan dan kemampuan adaptasi robot.