Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tubuh Manusia Punya Batas Energi Maksimal Saat Berolahraga Berat Jangka Panjang

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
20 Okt 2025
1148 dibaca
2 menit
Tubuh Manusia Punya Batas Energi Maksimal Saat Berolahraga Berat Jangka Panjang

TLDR

Badan manusia memiliki batas metabolisme yang sulit dilampaui, bahkan oleh atlet ekstrem.
Pengukuran pengeluaran energi dapat dilakukan secara real-time melalui metode inovatif.
Atlet cenderung mengurangi pengeluaran energi di aktivitas lain saat meningkatkan fokus pada olahraga utama mereka.
Tubuh manusia memiliki batasan dalam mengeluarkan energi saat melakukan aktivitas fisik dalam jangka panjang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa batas tersebut sekitar 2,4 kali lipat dari kebutuhan energi minimum tubuh atau basal metabolic rate (BMR). Hal ini berarti, walaupun seseorang bisa mengeluarkan energi sangat besar dalam waktu singkat, tubuh akan mengatur ulang penggunaan energi agar tidak melebihi batas tersebut secara berkelanjutan.Penelitian ini melibatkan atlet ketahanan extrem seperti pelari ultra, pesepeda, dan triatlet yang melakukan kegiatan selama 30 hingga 52 minggu. Mereka diberi air berlabel isotop berat untuk membantu menghitung jumlah energi yang dibakar tubuh melalui pengukuran karbon dioksida yang dikeluarkan. Dengan cara ini, para ilmuwan bisa memantau pembakaran kalori secara akurat saat atlet menjalankan latihan dan kompetisi nyata.Selama periode kegiatan intens seperti kompetisi berhari-hari, beberapa atlet membakar hingga 9,000 kalori per hari. Namun jika dihitung secara rata-rata selama waktu yang lebih lama, energi yang dikeluarkan tidak pernah melebihi 2,4 kali BMR. Ini mengkonfirmasi bahwa ada plafon metabolik yang membatasi energi tubuh agar tidak habis terlalu cepat.Studi juga menemukan bahwa atlet secara tidak sadar akan mengurangi aktivitas lain yang tidak penting seperti berjalan santai atau gerakan kecil agar total pengeluaran energi tetap dalam batas yang bisa ditangani tubuh. Ini adalah bentuk adaptasi agar tubuh tetap bertahan dan tidak mengalami kelelahan berlebihan.Kesimpulan dari penelitian ini sangat berguna bagi para pelatih dan atlet untuk memahami batas fisik mereka dan merancang program latihan yang efektif tanpa terlalu memaksakan tubuh. Temuan ini juga menegaskan pentingnya penyesuaian energi dan istirahat yang tepat dalam olahraga ketahanan ekstrim.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.