Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Separuh Pekerja Inggris Khawatir Kehilangan Pekerjaan Karena AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
04 Sep 2025
88 dibaca
2 menit
Separuh Pekerja Inggris Khawatir Kehilangan Pekerjaan Karena AI

Rangkuman 15 Detik

Sebagian besar pekerja merasa khawatir kehilangan pekerjaan akibat AI.
TUC mendorong keterlibatan pekerja dalam keputusan terkait penggunaan AI.
Pentingnya pelatihan untuk pekerja yang terdampak oleh otomatisasi dan teknologi baru.
Sebuah survei terbaru di Inggris mengungkapkan bahwa sekitar setengah dari pekerja merasa takut kehilangan pekerjaan mereka akibat pengaruh teknologi Artificial Intelligence (AI). Kekhawatiran ini muncul karena AI dianggap mampu menggantikan beberapa pekerjaan manusia. Selain itu, pekerja muda juga sangat memperhatikan perkembangan teknologi ini. Survei yang dilakukan oleh Trades Union Congress (TUC) melibatkan 2.600 responden dan menemukan bahwa 51% pekerja umum merasa khawatir dengan kemungkinan kehilangan pekerjaan atau perubahan syarat kerja karena AI. Di antara pekerja usia 25 hingga 34 tahun, sebesar 26% merasakan kekhawatiran yang sama. Selain itu, setengah dari responden menyatakan bahwa mereka ingin memiliki peran dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan AI di tempat kerja maupun dalam perekonomian secara luas. Hanya 17% yang menentang dilibatkannya suara pekerja dalam pengambilan keputusan tersebut. TUC memahami bahwa teknologi AI membawa manfaat bagi dunia kerja dan layanan publik, tapi juga menekankan pentingnya keterlibatan pekerja dan serikat pekerja selama penerapan AI agar pekerjaan tetap terlindungi. Pelatihan ulang bagi pekerja yang terdampak AI juga dianggap sangat penting. TUC juga meminta pemerintah untuk mengatur investasi publik dalam penelitian dan pengembangan AI dengan syarat yang melindungi tenaga kerja. Perusahaan diharapkan berinvestasi pada keterampilan dan pelatihan karyawan, meningkatkan gaji, kondisi kerja, serta pemberdayaan pekerja dalam pengambilan keputusan, terutama dalam posisi manajemen.

Analisis Ahli

Andrew Hunter (AI and Labor Market Researcher)
Pelibatan pekerja dalam keputusan terkait AI penting agar teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu produktivitas, bukan penggantian tenaga manusia secara massal.