Mitos Stablecoin: Kenapa Nilai Mereka Tidak Selalu Tetap Rp1 Ribu
Finansial
Mata Uang Kripto
19 Okt 2025
167 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Stablecoin tidak dipatok pada dolar AS dan nilainya dapat berfluktuasi.
Ketika pasar mengalami kepanikan, sistem yang mendukung stabilitas stablecoin dapat gagal.
Aave menunjukkan ketahanan di pasar DeFi dengan melakukan likuidasi yang minimal selama krisis.
Pasar kripto mengalami penurunan tajam sebesar 500 miliar dolar AS baru-baru ini, yang juga mempengaruhi harga berbagai stablecoin, token yang selama ini dianggap punya nilai stabil sebesar 1 dolar AS.
NYDIG, perusahaan layanan keuangan khusus bitcoin, mengungkap bahwa stablecoin seperti USDC, USDT, dan USDe tidak benar-benar memiliki nilai tetap terhadap dolar. Harga mereka bisa berubah seiring mekanisme pasokan dan permintaan di pasar.
Pengamatan menunjukkan bahwa saat kepanikan pasar, harga stablecoin bisa jatuh jauh di bawah harga 1 dolar, seperti USDe yang sempat turun sampai 0,65 dolar di Binance, yang menandakan sistem peg stablecoin bisa gagal.
Mekanisme arbitrase biasanya menjaga harga tetap dekat 1 dolar, di mana pedagang membeli saat harga lebih rendah dan menjual saat lebih tinggi, tapi saat tekanan besar muncul, mekanisme ini tidak selalu berfungsi dengan baik.
Sebaliknya, protokol peminjaman di DeFi, seperti Aave, mampu bertahan dengan likuidasi minimal selama krisis, dan perusahaan seperti NYDIG bahkan tidak mengalami kerugian dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian ini.
Analisis Ahli
Greg Cipolaro
Stablecoin adalah instrumen pasar yang harganya fluktuatif dan tidak benar-benar dipatok pada nilai 1 dolar. Stabilitas yang tampak adalah hasil dari aktivitas arbitrase yang bisa gagal saat panik pasar.