Ancaman AI dan Komputasi Kuantum: Waktu Blockchain untuk Berubah Sudah Tiba
Finansial
Mata Uang Kripto
19 Okt 2025
55 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Industri kripto harus segera memperbarui infrastruktur mereka untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh AI dan komputasi kuantum.
Kolaborasi antara industri kripto, AI, dan kuantum sangat penting untuk menciptakan sistem yang aman dan efisien.
Keterlibatan dengan lembaga regulasi seperti NIST dan ENISA dapat membantu dalam mengembangkan standar kriptografi yang lebih baik.
Teknologi blockchain yang saat ini dikenal karena keamanannya kini menghadapi ancaman serius dari kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum. Jika salah satu dari teknologi ini berhasil merusak kriptografi blockchain, kepercayaan dan nilai sistem tersebut bisa hilang secara permanen. Oleh sebab itu, perubahan dan perlindungan terhadap ancaman ini sangat penting bagi masa depan teknologi terdesentralisasi.
Sayangnya, hanya sedikit protokol blockchain seperti Sui, Ethereum, dan Algorand yang sudah mulai mengimplementasikan kriptografi pasca-kuantum. Kebanyakan protokol besar masih menggunakan metode kriptografi lama yang rentan terhadap serangan kuantum, padahal standar kriptografi pasca-kuantum dari lembaga seperti NIST dan ENISA sudah mulai diumumkan dan matang untuk diadopsi.
Artificial intelligence juga bisa menjadi senjata dalam tangan yang salah. Studi terbaru menunjukkan AI dapat dimanipulasi untuk melakukan serangan siber dengan cara menyembunyikan aksinya, seperti memicu transfer yang tidak sah atau melanggar aturan protokol menggunakan memori palsu. Ancaman ini sudah nyata dengan meningkatnya cybercrime yang berbasis AI seperti phishing dan malware berteknologi canggih.
Untuk menghadapi ancaman ini, industri crypto belum bergerak cukup cepat dan kerjasama lintas sektor antara blockchain, AI, dan kuantum masih sangat minim. Padahal kolaborasi ini penting untuk membangun kerangka kerja yang saling menguntungkan, memastikan keamanan sistem, dan bahkan menggunakan teknologi kuantum untuk keuntungan bersama seperti penyimpanan data ilmiah yang tahan serangan futuristik.
Jika langkah-langkah mitigasi dan pembaruan teknologi tidak segera dilakukan, maka risiko kehilangan seluruh jaringan blockchain dan dana yang tersimpan semakin tinggi. Oleh karena itu, setiap protokol perlu segera menilai teknologi kriptografi mereka dan merencanakan transisi ke kriptografi pasca-kuantum, sambil membuka pintu untuk kolaborasi dengan ahli AI dan kuantum demi masa depan sistem yang aman dan terjamin.
Analisis Ahli
Dr. Michele Mosca
Kita tidak punya banyak waktu; komputasi kuantum sudah semakin dekat, dan blockchain harus mulai bertransisi ke post‑quantum cryptography secepatnya untuk menghindari kerusakan yang tak terperbaiki.Prof. Aggelos Kiayias
Kriptografi pasca-kuantum harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan blockchain agar dapat mempertahankan keamanannya dari ancaman yang akan datang.