Bitcoin Diprediksi Masuki Bear Market Panjang, Harga Bisa Turun ke 70.000 USD
Finansial
Mata Uang Kripto
19 Okt 2025
108 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar bullish Bitcoin mungkin telah berakhir dan dapat memasuki fase bearish hingga 2026.
Analisis menggunakan Teori Gelombang Elliott menunjukkan bahwa harga Bitcoin dapat turun ke antara $70.000 hingga $80.000.
Trader mulai bersiap untuk risiko penurunan harga Bitcoin berdasarkan data opsi.
Pada tahun 2023, harga Bitcoin mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai puncak sekitar 126.000 USD. Namun, setelah kenaikan ini, harga mulai menurun tajam ke kisaran 104.000 USD, menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada tren bullish yang sebelumnya menguat.
Jon Glover, analis Elliott Wave dan Chief Investment Officer dari Ledn, memperingatkan bahwa bull market Bitcoin yang dimulai pada awal 2023 mungkin telah berakhir. Ia melihat pola lima gelombang kenaikan telah selesai, yang menurut teori Elliott Wave menandakan pasar akan berbalik menjadi bearish.
Dengan menggunakan teori ini, Glover memprediksi harga Bitcoin dapat turun hingga ke kisaran antara 70.000 hingga 80.000 USD, bahkan lebih rendah. Prediksi ini menunjukkan potensi penurunan lebih dari 35 persen dari harga saat ini yang sekitar 108.000 USD.
Selain itu, data dari Amberdata memperlihatkan bahwa opsi put untuk Bitcoin yang melindungi dari penurunan harga kini diperdagangkan dengan premi yang lebih tinggi dibandingkan opsi call. Hal ini menandakan beberapa trader bersiap menghadapi risiko penurunan harga sampai setidaknya September 2026.
Secara historis, setelah tiap peristiwa halving Bitcoin, harga biasanya mencapai puncak lalu mengalami tren turun selama sekitar 18 bulan. Mengingat halving terakhir terjadi pada April 2024, prediksi bearish ini sesuai dengan pola siklus tersebut dan perlu diperhatikan oleh para investor Bitcoin.
Analisis Ahli
Jon Glover
Saya yakin gelombang lima dari pola Elliott telah selesai dan pasar sedang memasuki fase bearish yang dapat bertahan sampai akhir 2026.