Bitcoin Turun di Bawah Rp 1.87 juta ($112.000) , Apa Arti untuk Pasar Crypto?
Finansial
Mata Uang Kripto
16 Okt 2025
207 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bitcoin mengalami penurunan di bawah level penting $112,000, mencerminkan ketidakpastian di pasar.
Pasar futures menunjukkan tanda-tanda pembersihan besar-besaran, dengan likuidasi yang signifikan dan ketakutan pasar yang meningkat.
Ahli pasar memberikan pandangan optimis jangka panjang, dengan beberapa menyarankan untuk menggunakan penurunan saat ini sebagai peluang beli.
Harga Bitcoin kembali anjlok dan kini berada sekitar Rp 1.85 juta ($111.000) , turun sekitar 9% selama pekan terakhir. Penurunan ini melewati zona penting antara Rp 1.95 juta ($117.000) hingga Rp 1.90 juta ($114.000) yang biasanya menjadi level support atau resistance bagi banyak pembeli besar. Kekhawatiran makroekonomi dan likuidasi besar di pasar futures menjadi pemicu utama.
Glassnode melaporkan bahwa pasar crypto sedang memasuki fase reset, yang ditandai dengan pembersihan leverage besar-besaran, penurunan aliran masuk dari ETF, dan lonjakan volatilitas. Mereka menyebut kondisi saat ini sebagai "Early Black Friday," yang berarti masa diskon besar dan ketakutan yang tinggi di pasar.
Data on-chain mengindikasikan bahwa para pemegang jangka panjang terus menjual sejak Juli, dan institusi juga terlihat berkurang minatnya, dengan Bitcoin ETF yang mengalami arus keluar sebanyak 2.300 BTC minggu ini. Di sisi lain, pasar opsi menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, meski volatilitas tetap tinggi di 76%.
Para ahli seperti Ted percaya bahwa penurunan ini bisa menjadi peluang beli dan Bitcoin bisa kembali naik ke level tertinggi pada tahun 2026 asalkan tetap mempertahankan level support di Rp 1.70 juta ($102.000) . Namun, analis lain seperti Jason Pizzino memperingatkan bahwa penurunan di bawah Rp 1.80 juta ($108.000) bisa berbahaya dan menempatkan bull market dalam risiko.
Sementara itu, aset keuangan lain seperti emas dan saham tetap berada di level tertinggi, menunjukkan bahwa siklus ekonomi makro secara keseluruhan masih mendukung pertumbuhan jangka panjang. Jadi, meski ada risiko di pasar crypto, kesempatan dan potensi keuntungan tetap ada bagi investor yang cermat.
Analisis Ahli
Ted
Bitcoin dapat mencapai harga baru tertinggi pada 2026 selama level $102.000 tetap menjadi support kuat.Jason Pizzino
Jika Bitcoin turun di bawah $108.000, bull market berada dalam risiko besar meskipun aset lain seperti emas dan saham masih kuat.